Ramadan 2019

Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede, Disinggahi Santri Thailand hingga AS

Selama 33 tahun berdiri, PPNU dikenal sebagai pondok pesantren (Ponpes) yang cukup ketat dan disiplin di kalangan para santri.

Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede, Disinggahi Santri Thailand hingga AS
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Lingkungan pondok pesantren Nurul Ummah Kotagede, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pondok Pesantren Nurul Ummah (PPNU) Kotagede didirikan pada Februari 1986 oleh KH Asyhari Marzuqi.

Selama 33 tahun berdiri, PPNU dikenal sebagai pondok pesantren (Ponpes) yang cukup ketat dan disiplin di kalangan para santri.

Kini, PPNU menampung kurang lebih sebanyak 320 santri mulai dari pelajar MTs, MA, hingga mahasiswa.

Keseharian para santri juga tidak berbeda dengan Ponpes lainnya.

Mereka dituntut untuk menekuni ilmu agama dan kitab.

Santri diajarkan delapan tingkat dalam mempelajari kitab kuning.

Lulusan Pondok Pesantren Tidak Harus Jadi Kiai

"Modelnya seperti kelas-kelas, kalau untuk Diniyyah lebih difokuskan untuk kitab kuning. Tapi kalau asrama tergantung gurunya. Santri juga biasa untuk setor bacaan tiga kali seminggu," kata Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede, Sulaiman MS.

Tak sekedar menghafal, santri juga diajarkan untuk mampu mengartikan serta menerjemahkan bacaan yang diketahui para santri.

Memasuki bulan ramadan, kegiatan santri biasanya akan jauh lebih padat.

PPNU mempunyai program ramadan di dalam pesantren. Pengajian akan dimulai dari ba'da subuh hingga selepas tarawih.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved