Kota Yogyakarta

Tahun Ini, 9 Jaringan Hidran Kampung akan Dibangun di Kota Yogyakarta

Isharyanto menjelaskan, bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya, kendala terbesar ada pada situasi di lapangan yang berbeda dengan DED.

Tahun Ini, 9 Jaringan Hidran Kampung akan Dibangun di Kota Yogyakarta
tribunnews
Ilustrasi: Hidran 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tahun ini sebanyak 9 jaringan hidran kampung akan dibangun di Kota Yogyakarta.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta, Isharyanto menjelaskan bahwa 9 titik tersebut terdiri dari 6 titik yang telah ditentukan pada tahun 2018 lalu dan 3 titik baru yang saat ini sedang dalam pembahasan.

"Kalau yang 6 kemarin di antaranya ada Jlagran, Karangwaru, dan Cokrodirjan. Membangun jaringan hidran kampung ini berbeda dengan membangun gedung. Tantangan dan kendala di lapangan lebih rumit," bebernya, Rabu (24/4/2019).

6 Kampung Hidran Dibangun di Kota Yogya Tahun Ini

Isharyanto menjelaskan, bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya, kendala terbesar ada pada situasi di lapangan yang berbeda dengan DED.

Misalkan setelah menggali tanah di jalur yang sudah ditentukan, ternyata banyak jaringan lain di bawah yang membuat pihaknya harus mengalihkan jalur perpipaan hidran kering.

"Lalu ada juga di jalan turunan yang ternyata sudah dicor dan atasnya batu candi. Kalau tetap di sana, biayanya nggak masuk mulai biaya tukang hingga mengembalikan ke bentuk awal. Belum lagi di sosial masyarakat biasanya gang tersebut jadi satu-satunya akses jalan. Maunya mereka langsung dikembalikan di hari yang sama, tapi kan semua butuh proses," bebernya.

Pengadaan Hidran Kampung Disinergikan ke Program Kotaku

Ia menjelaskan, keberadaan hidran kampung sangat penting mengingat kawasan permukiman serta bangunan yang ada di Kota Yogyakarta sudah sangat padat.

Ketika terjadi kebakaran di kawasan padat penduduk dan mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau hingga dalam, maka dengan jaringan hidran kampung tersebut bisa menjangkau titik lokasi.

"Mobil kami parkir di tepi jalan, lalu selang dihubungkan dengan siamese hydrant. Selanjutnya air dari tangki mengalir ke jaringan pipa menuju box hydrant terdekat. Di sana ada selang yang digunakan untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved