Bantul

Wiwitan di Tengah Sempitnya Lahan Pertanian

Sejatinya wiwit adalah mengambil padi yang sudah tua, untuk disimpan dan kelak digunakan sebagai benih di masa tanam yang akan datang.

Wiwitan di Tengah Sempitnya Lahan Pertanian
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
Perwujudan Dewi Sri dibawakan oleh penari Nani Sawitri yang membawakan tarian ritual dalam upacara wiwitan di Kampung Nitiprayan, Desa Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Siang itu ratusan orang, baik anak-anak, remaja, dan orang dewasa berarak-arak di jalanan Kampung Nitiprayan, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Matahari sedang terik-teriknya, tapi tak melunturkan keriaan di kirab wiwitan yang digelar Selasa (23/4/2019).

Bregada Nitiprayan berkostum lengkap, bak menjadi cucuk lampah rombongan kirab. Alat musik seruling berbunyi nyaring, tambur turut ditabuh seiring.

Gunungan hasil bumi disunggi oleh para pemuda berbaju adat Jawa di empat sisi. Di belakang mereka barisan anak-anak riang mengiringi.

Sambut Hari Bumi, SALAM Bakal Gelar Tradisi Wiwitan

Mengekor, gemerincing lonceng di kaki-kaki para penari nyaring berbunyi.

Tarian tolak bala dibawakan para wanita berbusana serba hitam dengan hiasan bulu warna-warni.

Bukan hajatan biasa, wiwitan ini digelar dua tahun sekali.

Melibatkan warga dan Sanggar Anak Alam (SALAM), tahun ini wiwitan digelar begitu meriah.

Ketua panitia penyelenggara Wiwitan 2019, Budi Widanarko mengatakan, wiwitan ini merupakan salah satu rangkaian merti dusun.

"Pesta panen untuk bersyukur atas hasil panen. Warga bersama Sanggar Anak Alam memfasilitasi, bersama-sama menyelenggarakan wiwitan," kata Budi di sela acara.

Ungkapkan Rasa Syukur, Petani Dusun Krandon Gelar Tradisi Wiwitan

Halaman
123
Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved