Yogyakarta

Temukan Zat Berbahaya, BPOM Minta Masyarakat Waspada

BPOM DIY menyebut ada sedikitnya 14 temuan makanan yang mengandung bahan pengawet dan berbahaya dijual bebas di pasar DIY

Temukan Zat Berbahaya, BPOM Minta Masyarakat Waspada
TRIBUNJOGJA.COM / HASAN SAKRI
TEMUAN BAHAN PANGAN BERBAHAYA. Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta, Rustyawati menunjukkan sejumlah bahan pangan mengandung bahan berbahaya yang merupakan hasil temuan disejumlah pasar tradisional saat konferensi pers Ketersediaan dan Kesiapan bahan pangan pokok mencukupi kebutuhan Ramadan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah di Media Center Pemda DIY, Komplek Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (23/4/2019). Sebagian besar bahan pangan yang merupkan hasil laut tersbeut mengandung bahan pengawet formalin serta bahan pangan lain mengandung borak serta bahan pewarna rodamin. 

Laporan Reporter Tribun Jogja,  Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA. COM,  YOGYA - Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) DIY menyebut ada sedikitnya 14 temuan makanan yang mengandung bahan pengawet dan berbahaya dijual bebas di pasar DIY.

Bahan makanan mengandung zat berbahaya dan berpengawet ini hingga kini masih mengintai kesehatan masyarakat karena berwarna menarik dan dijual dengan harga murah. 

"Masyarakat kami himbau untuk berhati-hati dengan bahan makanan tersebut.  Dari temuan kami pada 80 sampel yang kami curigai 17 persen diantaranya mengandung bahan berbahaya tersebut, " ujar Kepala BPOM DIY,  Rustyawati dalam Jumpa Pers di Kepatihan,  Selasa (23/4/2019).

BPOM DIY Temukan Teri dan Cumi Berformalin di Pasar Prambanan

Jumlah temuan tersebut menurutnya termasuk mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai sekitar 20 persen. 

Temuan ini merupakan hasil dari uji laboratorium di beberapa pasar di DIY, diantaranya pasar Argosari (Gunungkidul),  Prambanan (Sleman),  Wates (Kulonprogo), Niten (Bantul). 

Beberapa bahan yang berbahaya yang berhasil ditemukan diantaranya adalah ikan asin berformalin, teri nasi berformalin, makanan mengandung boraks, kerupuk dengan rhodamin atau pewarna tekstil.

Sekilas bahan makanan ini terlihat tidak berbahaya,  bahkan efek jarak dekat tidak terasa.  

"Namun,  bahan makanan ini adalah pembunuh karena efek jangka panjang menyebabkan kanker dan penyakit dalam lainnya, " urainya.  

BBPOM Yogyakarta Sita 29 Ribu Kemasan Produk Sambal Tidak Layak Konsumsi

Adapun temuan bahan makanan yang mengandung zat berbahaya ini paling banyak berada di Pasar Prambanan. 

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved