Kisah Ketua KPPS yang Meninggal Sempat Minta Baju Warna Hitam, Kalimatnya Bikin Merinding

Anggota KPPS Meninggal. Bambang Wijayanto merupakan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

Kisah Ketua KPPS yang Meninggal Sempat Minta Baju Warna Hitam, Kalimatnya Bikin Merinding
Kolase Kompas.com | Tribunlampung
Prita Puspitasari anak Bambang Wijayanto Ketua KPPS (Kiri) | Suasana penghitungan suara 

Kisah Ketua KPPS yang Meninggal Sempat Minta Baju Warna Hitam, Kalimatnya Bikin Merinding

Sekitar tujuh papan bunga duka berjejer di depan rumah almarhun Bambang Wijayanto (60). Bendera kuning pun masih terpasang di rumah duka yang terletak di Jalan M Noer II No 28A Sepang Jaya, Labuhan Ratu.

Bambang Wijayanto merupakan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia setelah melaksanakan tugas perhitungan suara di TPS 27 Kelurahan Sepang Jaya, Labuhan Ratu.

Meski meninggalkan keluarga secara mendadak, keluarga sudah mengikhlaskan kepergiannya.

"Keluarga sudah mengikhlaskan harus, mungkin sudah jalannya," ungkap Prita Puspitasari (25), anak bungsiu almarhum dari dua bersaudara, Minggu 21 April 2019.

Di mata Prita, pensiunan penyuluh pertanian BPTP Lampung ini adalah seorang pekerja keras dan orang yang paling bertanggungjawab.

"Jadi bapak sering ditunjuk sebagai penanggungjawab dan sering di mintain tolong sebagai ketua," kenangnya dilansir Tribunjogja.com dari Tribunlampung.

Prita pun mengatakan jika ayahnya saat mendapat tugas selalu mengerjakan secara totalitas.

"Orangnya itu totalitas, kalau bapak di kasih tanggung jawab itu benar-benar detail," sebutnya.

Maka Prita tidak kaget, saat ayahnya melaksanakan tugas pemungutan suara di TPS 27 dari pagi ketemu pagi.

Halaman
1234
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved