Pemilu 2019

Bawaslu Sleman Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang dan Lanjutan

Bawaslu Sleman menemukan bahwa ada tata cara yang dilanggar, seperti pemilih dengan KTP-EL non DIY bisa mencoblos.

Bawaslu Sleman Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang dan Lanjutan
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 2019 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman merekomendasikan untuk dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) ke KPU Sleman.

Ketua Bawaslu Sleman Abdul Karim Mustofa mengatakan rekomendasi diberikan setelah pihaknya melakukan sejumlah klarifikasi.

Empat Tahapan Make Up Ini Bikin Wajah Cantik Sempurna

"Ada 36 TPS yang direkomendasikan untuk PSU dan PSL," ujar Karim melalui keterangan persnya pada Minggu (21/04/2019).

Karim menjelaskan bahwa 36 TPS tersebut terkonsentrasi di Kecamatan Depok, Ngaglik, Cangkringan, Kalasan, dan Ngemplak.

Berdasarkan hasil klarifikasi dan pengecekan, Bawaslu Sleman menemukan bahwa ada tata cara yang dilanggar, seperti pemilih dengan KTP-EL non DIY bisa mencoblos.

Padahal yang bersangkutan tidak masuk dalam DPTb ataupun DPK.

"Ada pula pemilih DPT, DPTb, dan DPK yang sudah terdaftar formulir C7 tapi tidak mencoblos karena surat suara kurang," jelas Karim.

KPU Sleman Pastikan Pembayaran KPPS Cair Senin Depan

Karim pun menyerahkan sepenuhnya hasil rekomendasi ke KPU Sleman.

Sesuai aturan, PSU berlangsung paling lambat 10 hari setelah pemungutan suara resmi pada 17 April lalu.

Ia pun meminta KPU Sleman untuk segera berkoordinasi dengan KPPS masing-masing TPS, terutama terkait mekanisme PSU dan PSL.

"Kami instruksikan pula ke pengawas TPS dan Panwaslu Desa untuk melakukan pengawasan melekat jika jadwal pelaksanaan PSU dan PSL sudah terbit," kata Karim.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved