Melacak Jejak Indianisasi di Jawa Tengah

Temuan-temuan yang Menguak Jalur Masuk Kebudayaan India ke Jawa Tengah Sejak Awal Masehi

Dari mana kira-kira jalan masuk arus kebudayaan India itu ke bagian tengah Pulau Jawa yang indah permai seperti diceritakan dalam prasasti Canggal?

Temuan-temuan yang Menguak Jalur Masuk Kebudayaan India ke Jawa Tengah Sejak Awal Masehi
Tribun Jogja/ Hendra Krisdianto
Candi-candi di dataran tinggi Dieng 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Pakar sejarah spesialis candi, Dr Soekmono menulis, prasasti Canggal berangka tahun 732 Masehi menceritakan sebuah kuil suci dan mengagumkan yang diperuntukkan buat Siwa.

Letaknya di Kunjarakunja dilingkungi sungai Gangga dan sungai suci lainnya. Prasasti Canggal ditemukan di halaman Candi Wukir di sebuah bukit di Kadiluwih, Muntilan. Benda bersejarah itu kini disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Melihat Harta Karun Mataram Kuno, dari si Cantik Prajdnaparamita Hingga Mangkuk Emas Relief Ramayana

Prasasti Mataram Kuno Berusia 1.231 Tahun Ini Ditemukan di Kolam Lele di Temanggung

Prasasti Canggal dianggap sangat istimewa, karena ia menjadi prasasti tertua yang mencantumkan angka tahun.

Keistimewaan kedua, lewat inskripsi panjang di prasasti batu itu, terkuak kisah awal mula Sanjaya yang mendirikan kerajaan Mdang di Mataram. Kuil yang dimaksud di prasasti itu diyakini Candi Wukir yang kini tinggal reruntuhan.

Candi Gunung Wukir di Dusun Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
Candi Gunung Wukir di Dusun Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (TRIBUNJOGJA.com | DWI NOURMA HANDITO)

Angka tahun yang tertera di prasasti itu juga jadi rujukan sejarah awal mula masa keemasan  Hindhu dan Budha di Jawa bagian tengah. Terang-terangan dalam prasasti itu disebut sungai Gangga dan nama desa Kunjarakunja.

Menyusuri Jalan Setapak Menuju Candi Tertua di Jawa Tengah

Mengutip pendapat Stutterheim dan NJ Krom, Soekmono menjelaskan, kedua nama itu ada dan jelas sangat India (Hindustan).

Bahwa ada kesamaan topografi dengan daerah di Jawa (Muntilan), penyebutan kedua nama itu di prasasti itu dimaksudkan sebagai perumpamaan belaka.

Demikian terang benderangnya penyebutan nama Gangga dan Kunjarakunja, menunjukkan betapa deras dan kuatnya pengaruh Hindustan (India) di awal-awal berdirinya kerajaan Mdang Mataram yang diinisiasi Sanjaya.

Kisah Perang Sengit Kumbhayoni vs Rakai Pikatan Berebut Tahta di Era Mataram Kuno

Misteri Candi-candi yang Saling Membelakangi, Mungkinkah Ini Petunjuk Ibukota Mataram Kuno?

Lantas, dari mana kira-kira jalan masuk arus kebudayaan India itu ke bagian tengah Pulau Jawa yang indah permai seperti diceritakan dalam prasasti Canggal? Ada sebuah prasasti batu yang diyakini lebih lebih tua dari prasati Canggal, tapi sayang tidak ditemukan angka tahunnya. 

Yakni prasasti Sojomerto, yang ditemukan di wilayah selatan Kabupaten Batang. Secara paleografi, dilihat dari isi dan aksara yang dipakai, diperkirakan prasasti ini berasal dari pertengahan abad 7 Masehi.

Halaman
1234
Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved