Melacak Jejak Indianisasi di Jawa Tengah

Menelusuri Jejak Masa Lampau Menuju Titik Suci Tertua di Jawa Tengah

Jejak tertua candi Hindu/Budha di Jawa Tengah sejauh ini ada di Dieng ini, yaitu dari abad 6-7 Masehi.

Menelusuri Jejak Masa Lampau Menuju Titik Suci Tertua di Jawa Tengah
Tribun Jogja/ Hendra Krisdianto
Dataran Tinggi Dieng 

Menelusuri Jejak Masa Lampau Menuju Titik Suci Tertua di Jawa Tengah

TRIBUNJOGJA.COM, WONOSOBO – Dua ahli sejarah, Prof Dennis Lombard dari Prancis dan AB Lapian (LIPI), menyodorkan dua tesis saling melengkapi. Lombard menyebut Pulau Jawa merupakan persilangan budaya sejak awal Masehi hingga kini.

Sedangkan AB Lapian menyebut Pulau Jawa sebagai titik silang bahari, yang menghubungkan antarkawasan lewat pelayaran laut. Namun mereka tidak menjawab pertanyaan bagaimana kebudayaan India pernah merasuki Jawa dan Nusantara sedemikian mendalam.

Temuan-temuan yang Menguak Jalur Masuk Kebudayaan India ke Jawa Tengah Sejak Awal Masehi

Sofwan Noerwidi (2013) mengutip pendapat Soepomo (1995) dan FDK Bosch (1961), ada empat kemungkinan atau teori. Yaitu teori Brahmana, Ksatriya, Vaisya dan teori arus balik yang disodorkan FDK Bosch. 

Teori Brahmana menyatakan, agama Hindu/Budha dan kebudayaanya disebarkan para pendeta yang datang langsung dari India. Mereka melakukan perjalanan suci guna menyebarkan agamanya.

Poerbatjaraka dalam buku Agastya di Nusantara (1992) menceritakan secara runtut kedatangan Agastya di Pulau Jawa. Maha Rsi itu muncul dalam dongeng-dongeng yang dikeramatkan, dan ia muncul secara tersembunyi dalam prasasti Canggal.

Orang keramat yang kemudian tampil dalam arca-arca lelaki tua berjanggut, berperut gendut dan memegang kendi dan aksamala (tasbih) itu dikenal sebagai bagian tak terpisahkan dari sosok-sosok utama yang menempati relung-relung candi Siwa di banyak tempat.

Kisah di Balik Arca-arca Besar Maha Rsi Agastya dan Ganesha di Situs Gepolo Prambanan

BERITA FOTO : Temuan Arca The Lost Ganesha Raksasa di Sambirejo Prambanan

Kisah di Balik Penemuan The Lost Ganesha dan Lenyapnya Kampung Gepolo di Prambanan

Pendeta itu kemudian jadi figur yang diperdewakan selain Siwa, Durga, dan Ganesha. Teori ksatriya menyebutkan, kebudayaan India masuk akibat kolonisasi Nusantara akibat banyak kaum perwira dan bangsawan melarikan dari India yang dikoyak peperangan.

Mereka menemukan titik pijak baru di berbagai tempat di kepulauan ini, berkembang, memiliki wilayah lalu ekspansi dan mendapatkan kekuasaan politik hingga bisa menguatkan kebudayaan mereka.

Teori ketiga, vaisya, menyebutkan, kebudayaan India masuk berbarenga kehadiran kaum saudagar dan pedagang yang berinteraksi dengan warga lokal. Data arkeologis menunjukkan tingginya arus pelayaran-perdagangan India-Nusantara-Cina pada awal Masehi.

Kisah Perang Sengit Kumbhayoni vs Rakai Pikatan Berebut Tahta di Era Mataram Kuno

Prasasti Mataram Kuno Berusia 1.231 Tahun Ini Ditemukan di Kolam Lele di Temanggung

Melihat Harta Karun Mataram Kuno, dari si Cantik Prajdnaparamita Hingga Mangkuk Emas Relief Ramayana

Halaman
123
Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved