Fakta dan Fiksi di Balik Film Hotel Mumbai, Sebuah Serangan Teroris yang Mengerikan

Pada tanggal 26 November 2008 sekelompok teroris menyerbu Hotel Taj Mahal Palace di Mumbai India. Serangan itu diceritakan lewat film Hotel Mumbai

Fakta dan Fiksi di Balik Film Hotel Mumbai, Sebuah Serangan Teroris yang Mengerikan
IST
Pengepungan terhadap Hotel Taj Mahal, Mumbai 26 November 2008 

Fakta dan Fiksi di Balik Film Hotel Mumbai, Sebuah Serangan Teroris yang Mengerikan

TRIBUNJOGJA.com - Pada tanggal 26 November 2008, 10 pemuda datang ke Mumbai, India dengan menggunakan perahu karet. Mereka berhasil menyelinap ke kota tanpa terdeteksi. Ke-10 orang pemuda ini telah dikirim oleh Laskar-e-Taiba, sebuah kelompok teroris yang berbasis di Pakistan.

Berbekal senapan serbu, granat dan alat peledak, mereka dengan cepat menyebar ke seluruh kota. Selama tiga hari berikutnya, para teroris mendatangkan malapetaka, menewaskan lebih dari 170 orang dan membuat Mumbai benar-benar lumpuh.

Sutradara Anthony Maras mencoba menghidupkan kembali peristiwa-peristiwa mengerikan itu lewat film Hotel Mumbai, yang ditayangkan perdana tahun lalu di Toronto International Film Festival dan diputar di bioskop pada 22 Maret 2019.

Kepala Sekolah Perintahkan Siswi yang Dicabulinya Dibakar Hidup-hidup

Dibintangi oleh Dev Patel, Armie Hammer, dan Nazanin Boniadi, film ini menitikberatkan pada kisah-kisah para tamu dan staf yang terperangkap di dalam Hotel Taj Mahal Palace selama berhari-hari ketika empat teroris bersenjata berjalan di aula, kemudian membunuh secara acak.

Pembuat film Hotel Mumbai melakukan sejumlah penelitian ambisius tentang serangan nyata sebelum syuting. Namun memang tak terlepas dari dramatisasi dan beberapa di antaranya memang dilakukan hanya untuk tujuan naratif.

Dalam wawancara dengan majalah TIME, sutradara Anthony Maras mengungkapkan mana saja tokoh yang benar-benar nyata, dan mana tokoh yang fiksi.

1. Durasi pengepungan

Sepanjang film, para tamu dan staf tetap terjebak di hotel, dibuntuti oleh para teroris berhari-hari, sementara pasukan keamanan tetap berada di luar.
Penggambaran peristiwa ini cukup dekat dengan kenyataan di mana serangan itu berlangsung dalam rentang waktu tanggal 26-29 November 2008.

Menurut laporan RAND, butuh hampir 10 jam bagi pasukan komando NSG elit India untuk tiba di lokasi serangan di Mumbai. Sebagian karena fakta bahwa pasukan reaksi cepat negara itu berbasis di dekat Delhi, ratusan mil jauhnya. Baru pada pagi hari tanggal 29 November operasi anti-terorisme akhirnya berhasil mengepung dan melumpuhkan para teroris. Pengepungan pun resmi berakhir.

Halaman
1234
Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved