Gunungkidul

Tergiur Gaji Tinggi, Warga Gunungkidul Pilih Jadi TKI

Tergiur mendapatkan penghasilan lebih tinggi, banyak warga Gunungkidul memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Tergiur Gaji Tinggi, Warga Gunungkidul Pilih Jadi TKI
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA, GUNUNGKIDUL - Tergiur mendapatkan penghasilan lebih tinggi, banyak warga Gunungkidul memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kebanyakan dari mereka memilih negara-negara tetangga seperti Malaysia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul, Purnamajaya menuturkan terbanyak TKI asal Gunungkidul bekerja di malaysia berjumlah 70 orang.

5 Tempat Wisata Alam di Kulonprogo, Mulai dari Kalibiru Hingga Kebun Teh Nglinggo

Selain Malaysia menurutnya negara favorit yang dituju TKI asal Gunungkidul adalah Amerika Serikat.

"Pada tahun 2018 tercatat ada 27 orang yang bekerja di Amerika, disusul Jepang, Korea, Taiwan, Brunai, dan Arab. Jumlah TKI asal Gunungkidul laki-laki mencapai 63 orang dan perempuan mencapai 57 orang," jelasnya pada Tribunjogja.com, Jumat (19/4/2019).

Ia menjelaskan jika diurutkan berdasarkan Kecamatan yang terbanyak adalah asal Kecamatan Wonosari dengan jumlah 19 orang, lalu Kecamatan Gedangsari berjumlah 13 orang dan kecamatan Patuk angka tersebut berdasarkan data tahun 2018.

Terpisah, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul, Munawar menjelaskan pihaknya selalu berupaya dalam meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Parpol Gunungkidul Hasil Rekapitulasi KPU

"Saya harap para usia kerja dapat memanfaatkan teknologi dengan semaksimal mungkin ditambah lagi revolusi industri 4.0 nantinya jelas akan berpengaruh terhadpa kesediaan lapangan kerja," paparnya.

Ia memaparkan kesempatan bekerja ditingkat lokal masih banyak tersedia namun keinginan bekerja di luar negeri dan ingin bersaing dengan tenaga kerja luar negeri menjadi daya tarik tersendiri.

"Biasanya, Warga Negara Indoensia (WNI) bekerja diluar dengan tujuan mengasah kemampuan sekaligus mempelajari dunia kerja di luar negeri. Jumlah tenaga kerja yang dikirim ke pabrik besar di luar negeri setiap tahun terus meningkat. Semula setiap tahun hanya belasan orang, kemudian puluhan orang, dan tahun 2018 lalu terdapat 120 orang,” ungkapnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved