Pemilu 2019

Sri Sultan Hamengku Buwono X : Yang Kalah Harus Berjiwa Ksatria

Sri Sultan Hamengku Buwono X : Yang Kalah Harus Berjiwa Ksatria dan yang Menang Tidak Boleh Sombong.

Sri Sultan Hamengku Buwono  X : Yang Kalah Harus Berjiwa Ksatria
Tribun Jogja/ Hasan Sakri
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menunjukan surat suara saat menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019 di TPS 15 Panembahan, Rabu (17/4/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X meminta masyarakat untuk bisa menghormati dan menunggu hasil akhir dari Pemilu 2019 ini.

Paku Alam juga berpesan agar masyarakat bisa bijak menyikapi kontestasi politik apapun hasilnya.

DIY sebagai daerah dengan julukan Kota Pendidikan, ujar Paku Alam X harus mampu menunjukan kedewasaan dalam berpolitik.

Mengingat banyaknya suku bangsa yang berdatangan di DIY, maka toleransi harus lebih ditingkatkan.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat jangan sampai mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang seringkali memecah-belah warga masyarakat. Dirinya ingin DIY tetap aman, nyaman, damai, dan kondusif, meskipun dengan pilihan politik yang berbeda-beda.

PP Muhammadiyah : Hormati Pilihan Rakyat, Terima Hasil Keputusan Resmi KPU

Daftar 9 Parpol Lolos DPR RI Jika Hasil Quick Count Tak Jauh Hasil Rekapitulasi KPU

“Saya mewakili Pemda DIY dan juga warga DIY ingin mengimbau dan mengingatkan, marilah secara bersama-sama kita awasi perhitungan hasil Pemilu 2019 ini, sehingga nanti kalaupun ada hoax atau ada sesuatu yang membuat suasana tidak kondusif, bisa segera kita atasi. Saya harap DIY khususnya tetap terjaga keamanan dan kerukunannya,” ujar Paku Alam X, Kamis (18/4/2019).

Paku Alam X juga mengajak warga masyarakat untuk menghormati apa yang sudah dihasilkan oleh perhelatan akbar Indonesia ini. Meskipun nantinya hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang dipilih, namun Wagub DIY mengingatkan bahwa hasil akhir itu adalah merupakan suara dan keinginan sebagian besar masyarakat.

“Hasil dari Pemilu ini untuk lima tahun ke depan, kalaupun kurang cocok dengan keinginan harus tetap kita sikapi dengan bijak. Lagipula saat ini sudah sangat banyak dan mudah sarana untuk menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah, jadi manfaatkan itu, jangan jadi anarkis,” ujar Paku Alam X, kemarin.

Ikhlas

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada saat pencoblosan juga meminta agar kalah dan menang dalam pesta demokrasi harus diterima dengan ikhlas.

Apalagi, dalam hal ini suara rakyatlah yang menentukan seseorang bisa menang atau kalah. Jika menang diminta untuk tidak sombong dan jika kalah juga harus berjiwa kesatria.

Rekapitulasi Tingkat Kecamatan di Kota Yogyakarta Berlangsung Besok

“Saya kira menang kalah itu sesuatu yang wajar karena pilihan publik yang menentukan pasangan (presiden dan wakil presiden) dipilih atau tidak, ikhlas saja. Hanya mungkin kita perlu jujur. Dalam arti, kalau selisih suaranya besar, ya sudah. Tidak perlu untuk dikatakan kenapa saya harus kalah. Saya kira ya jujur saja," papar Sri Sultan.

Terkait adanya kemungkinan pasangan calon yang saling menggugat usai pemilu, menurut Sri Sultan hal itu sah-saja karena ada undang-undang yang memungkinkan untuk itu. Namun Gubernur DIY berharap, siapapun pemimpin Indonesia selanjutnya, harus bisa membawa Indonesia lebih baik. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved