Yogyakarta

Perkuat Kerukunan, Kemenag DIY Minta Masyarakat Jaga Toleransi

Kepala Kanwil Kemenag DIY, Edhi Gunawan meminta masyarakat untuk tetap menghormati dan menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari

Perkuat Kerukunan, Kemenag DIY Minta Masyarakat Jaga Toleransi
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Enam pemuka agama dan penghayat kepercayaan di DIY khusyuk mendaraskan doa yang dipimpin Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Edhi Gunawan di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Senin (15/4/2019) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Kanwil Kemenag DIY,  Edhi Gunawan meminta masyarakat untuk tetap menghormati dan menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.  Utamanya,  persoalan aturan yang berbau unsur suku,  agama,  ras (Sara)  harus dihindari.

"Kedepankan kerukunan antar umat beragama dan toleransi, " ujar Edhi kepada Tribun Jogja, Kamis (18/4/2019).

Edhi menjelaskan,  dalam kasus yang dialami Slamet,  warga Dusun Karet,  Pleret,  Bantul,  semua sudah selesai dan berakhir baik.  Namun,  aturan yang dibuat oleh warga setempat memang dinilai diskriminatif dan berbau SARA. 

"Dalam instruksi yang dikeluarkan oleh Gubernur juga disebutkan jika aturan itu paling tidak Perdes. Kalau yang ini (Karet) malah hanya aturan RT, " jelasnya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X : Yang Kalah Harus Berjiwa Ksatria

Menjaga kehidupan yang rukun antar umat beragama,  kata dia,  sangat indah.  Keharmonisan dan kedamaian itu pun akan memberikan rasa tenang dan damai bagi siapapun yang tinggal di DIY.

Di sisi lain,  pihaknya berupaya untuk mencegah radikalisme. Beberapa upaya di antaranya melalui jalur pendidikan, misalnya kegiatan rohis di sekolah umum dan madrasah, juga kegiatan keagamaan lainnya.

Edhi menambahkan, selain kegiatan keagamaan di sekolah, Kemenag DIY juga melakukan pencegahan radikalisme melalui jalur sosialisasi masyarakat yang dilakukan oleh para penyuluh.

Para penyuluh dibekali dengan pengetahuan mencegah intoleransi. Bertema moderasi beragama, pengetahuan yang dibagikan ke masyarakat ialah pengetahuan keagamaan yang tidak ekstrim, dengan harapan bisa menyejukkan.

Jelang Puasa, Harga Daging Ayam di Sleman Mulai Merangkak Naik

“Para penyuluh ini juga kami bekali dengan pengetahuan bagaimana menyikapi pemberitaan yang tidak benar atau hoaks, sehingga harapan kita Yogyakarta tetap terjaga,” imbuhnya.

Gubernur DIY ,  Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya mengeluarkan Surat instruksi bernomor 1/INSTR/2019 ini memuat tentang pencegahan konflik sosial di seluruh wilayah DIY.  

Surat intruksi ini memuat bebetapa aturan dan instruksi bagi kepala daerah untuk menanggulangi potenai konflik yanh berbau SARA. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved