Bisnis

Dinas Koperasi dan UKM DIY Beri Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis IT

Para pelaku usaha tergolong masih jarang melakukan pembukuan untuk usaha, sehingga tidak dapat memantau perkembangan usaha dari tahun ke tahun.

Dinas Koperasi dan UKM DIY Beri Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis IT
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Sebanyak 60 pelaku usaha ini mengikuti Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis IT yang digelar Dinas Koperasi dan UKM DIY bekerjasama dengan Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pelaku usaha tergolong masih jarang melakukan pembukuan untuk usaha, sehingga tidak dapat memantau perkembangan usaha dari tahun ke tahun.

Tentunya hal ini menjadi perhatian serius dari Dinas Koperasi dan UKM DIY khususnya untuk UKM binaan Dinas.

Kasi Pembiayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM DIY, Tatik Ratnawati mengatakan, pemasukan yang banyak belum tentu memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha jika tidak terdata persentase keuntungannya.

"Hal ini baru bisa terlihat ketika teman-teman pelaku usaha sudah membuat laporan keuangan usahanya," ujarnya disela-sela acara Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis IT yang digelar Dinas Koperasi dan UKM DIY, Kamis (18/4/2019).

Sebanyak 60 UMKM Dinas Koperasi dan UKM DIY Belajar Optimalisasi Bisnis Online

Kegiatan yang diikuti oleh 60 pelaku usaha ini merupakan rangkaian dari kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY bekerjasama dengan Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC)

“Penyelengaraan kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha di Yogyakarta untuk mengetahui target pencapaian di dalam bisnisnya," jelasnya.

Direktur Program dan Inkubasi BHMTC, Bio Hadikesuma mengatakan, kegiatan ini mengenalkan tentang pembukuan usaha, pengantar asset, modal dan struktur keuangan.

Tidak hanya bagi Anggota, Koperasi Harus Berikan Manfaat bagi Masyarakat

Selain itu, para peserta juga diajarkan simulasi keuangan menggunakan aplikasi online.

"Selama ini, dalam mengelola keuangan by feeling dan bukan by data. Di pelatihan ini, mereka diarahkan memindahkan data yang ada, atau mulai mencatat dan dimasukkan dalam aplikasi. Hasil dari aplikasi, akan menunjukkn angka laba rugi sebenarnya dan bukan by feeling," ujarnya kepada Tribunjogja.com.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved