Pemilu 2019

Bawaslu Gunungkidul Lakukan Pendalaman Terkait Kasus Pembakaran Surat Suara

Disebutkan bahwa surat suara yang tertukar dapil dan sudah tercoblos maka dianggap sah dan menjadi suara partai.

Bawaslu Gunungkidul Lakukan Pendalaman Terkait Kasus Pembakaran Surat Suara
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 2019 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul lakukan pendalaman terhadap kasus pembakaran surat suara yang terjadi di TPS 9 Dusun Jaranmati, Kecamatan Karangmojo Rabu lalu (17/4/2019).

Komisioner Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto menuturkan pihaknya menargetkan selesai penyelidikan sampai 7 hari kedepan.

Dalam melakukan pendalaman tersebut Bawaslu lakukan pencarian bukti terkait pembakaran.

"Kami mendatangi pihak-pihak yang mengetahui persis kasus Untuk melakukan klarifikasi pembakaran surat suara yang dilakukan oleh seorang pemuda, kami jug amelakukan pengumpulan bukti-bukti," katanya.

Bawaslu Gunungkidul Temukan 5 Kasus dalam Pemungutan Suara

Dirinya menjelaskan untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut harus selesai paling lama 7 hari setelah hari pemungutan suara.

Setelah dilakukan klarifikasi pihaknya akan mengkaji bersama dengan sentra Gakkumdu.

Tri mejelaskan pihaknya juga mengklarifikasi terkait beredar kabar bahwa pelaku pembakaran bukanlah seorang mahasiswa tetapi adalah seorang lulusan SMA yang pernah mengikuti Balai Latihan Kerja (BLK).

"Nanti kalau sudah selesai akan kita sampaikan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Gunungkidul Is Sumarsono menuturkan, pihaknya akan melakukan pendalaman pada kasus lainnya, seperti satu kasus netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dan tiga dugaan money politik.

Kendala Teknis Sempat Warnai Pemungutan Suara di Gunungkidul

"Untuk kasusnya paling banyak di Semanu dan Wonosari, total kami menerima 5 kasus yang akan kita dalami selain itu kami juga akan mendalami kasus surat suara yang tercampur antar dapil," ungkapnya.

Terkait dengan surat suara tercampur pihaknya akan mengundang Panwascam untuk berkoordinasi lebih lanjut, dan sudah ada surat edaran bersama Bawaslu dan KPU RI.

Disebutkan bahwa surat suara yang tertukar dapil dan sudah tercoblos maka dianggap sah dan menjadi suara partai.

"Hanya yang terjadi di lapangan ini (Gunungkidul) cukup banyak dan dianggap oleh beberapa caleg itu merugikan jika harus dikembalikan kepada suara partai dan ada salah satu caleg akan mengangkat permasalahan ini ke masalah sengketa," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved