Techno

Mengapa Banyak Orang Hobi Berbagi Konten Negatif?

Yang menjadi keprihatinan adalah banyak orang yang justru merekam aksi bunuh diri tersebut alih-alih menyelamatkan orang tersebut.

Mengapa Banyak Orang Hobi Berbagi Konten Negatif?
Ist
Ilustrasi: aplikasi YouTube 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Belakangan ini media sosial kebanjiran konten negatif.

Padahal, sejatinya media sosial menjadi sarana alternatif untuk mendapatkan informasi. 

Dengan cepatnya, video pengeroyokan, penembakan brutal, perundungan, hingga video bunuh diri, menyebar bagai virus ke seluruh dunia.

Dibandingkan konten yang bersifat edukatif dan inspiratif, tak dipungkiri unggahan yang menimbulkan kengerian lebih mudah disebar ulang lewat media sosial.

Ternyata, memang ada kecenderungan masyarakat senang berbagi konten-konten negatif ketimbang positif.

Hal itu disampaikan oleh Digital Literacy Officer (Internet Safety) ICT Watch Acep Syaripudin dalam acara diskusi yang diadakan Forum Ngobras, di Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

ICT Watch sendiri merupakan satu dari empat lembaga di Indonesia yang dipercaya Google untuk menjadi bagian dari YouTube Trusted Flagger.

Setiap harinya, tim tersebut menyaring video-video bermuatan negatif.

Respons Kritikan, Youtube Kini Juga Ukur Kualitas Konten Video

Menurut Asep, memang ada kecenderungan pada remaja saat ini senang berbagi konten negatif.

"Anak-anak dan remaja remaja sekarang lebih senang ketika mengupload konten-konten negatif. Di YouTube banyak banget," kata Acep.

Halaman
1234
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved