Kulon Progo

Perbaikan Tanggul, Saluran Irigasi Pekik Jamal Ditutup Mulai Juni

Saluran irigasi Pekik Jamal rencananya bakal ditutup pada pertengahan Juni 2019 mendatang untuk pekerjaan perbaikan tanggul Sungai Serang area hulu be

Perbaikan Tanggul, Saluran Irigasi Pekik Jamal Ditutup Mulai Juni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Saluran irigasi Pekik Jamal rencananya bakal ditutup pada pertengahan Juni 2019 mendatang untuk pekerjaan perbaikan tanggul Sungai Serang area hulu bendung.

Penutupan saluran ini akan berlangsung selama sekitar 1,5 bulan.

Kasi Konservasi Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Kuntarso mengatakan saluran irigasi itu akan dikuras pada pertangahan Juni hingga akhir Juli 2019.

Pertimbangan pemilihan waktu tersebut agar petani di daerah irigasi tetap bisa menanam padi saat masa tanam pertama (MT I) golongan II sehingga produksinya tidak terganggu.

"Penutupan itu menjadi kesepakatan hasil rapat Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Pekik Jamal yang diikuti semua pengurus P3A," kata Kuntarso, Selasa (16/4/2019).

Dukung Program Swasembada Pangan, Kulon Progo Anggarkan Rp22 Miliar Bangun Saluran Irigasi

Area sawah seluas 1.087 hektare di daerah irigasi Pekik Jamal masuk pada MT I golongan II dan sudah tanam padi sejak awal April.

Ketersediaan air saat ini disebutnya mencukupi hingga pertengahan Juni dan petani akan kembali menanam pada 1 Agustus.

Adpaun perbaikan hulu Pekik Jamal menurut Kuntarso butuh waktu sekitar 1,5 bulan.

Proyek pekerjaan perbaikan tanggul oleh kontraktor antara lain mencakup normalisasi Sungai Serang, pemasangan bronjong di hulu bendung, serta beberapa pekerjaan usulan Pemkab Kulon Progo bila masih ada.

Proyek tahun jamak ini akan berakhir pada 2019.

"Kontraktor akan berusaha menangani perbaikan secepatnya," kata Kuntarso.

Kejari Kulon Progo Awasi Transaksi Perbankan Para Caleg

Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Ponimin Budi Hartono mengatakan selain jaringan irigasi Pekik Jamal, normalisasi perlu dilakukan pada beberapa ruas lain pada beberapa tahun ini untuk mengurangi potensi terjadinya banjir karena pendangkalan badan sungai. Seperti di Kali Pening, Kali Sindutan, Kali Ngremang, Kali Peni, Kali Seling, dan Kali Serang yang perlu dibersihkan dari tanaman yang berpotensi menghambat aliran air seperti eceng gondok.

Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menurutnya sudah melakukan normalisasi meksi belum menyentuh hilir.

"Sudah 22 tahun sungai-sungai ini tidak ada normalisasi dan sekarang semuanya butuh serta dibangun tanggul untuk menghindari potensi banjir di wilayah selatan. Di wilayah hulu atau utara juga perlu dibuat bendungan, kanal, dan embung untuk pengendalian laju air," kata Ponimin.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved