Bantul

Pemkab Bantul Akan Tinjau Kawasan Bukit Bintang

Hingga saat ini di kawasan tersebut sudah berjejer banyak bangunan sehingga perlu memerhatikan sisi risiko bencananya.

Pemkab Bantul Akan Tinjau Kawasan Bukit Bintang
tribunjogja/usman hadi
Ilustrasi: Sebuah bangunan berdiri persis di tepi tebing kawasan Bukit Bintang. Di tempat itu biasanya banyak wisatawan yang berkunjung untuk menikmati keindahan Yogyakarta, terutama di malam hari. Tapi menurut kajian BPBD Bantul, kawasan tersebut masuk area rawan longsor, sehingga mengancam keselamatan warga termasuk wisatawan, Minggu (29/1/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kawasan Bukit Bintang yang terletak di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan menurut kajian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul berpotensi rawan bencana longsor dan gempa.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan di daerah tersebut dekat dengan daerah sesar yang memang berisiko bencana.

"Yang jelas di wilayah Bukit Bintang itu potensi gempanya tinggi potensi longsornya juga tinggi. Kalau kita melihat kejadian gempa 2006, dan bencana yang lain yang sebelah timur yang kena dampak," ujar Dwi, Selasa (16/4/2019).

Dianggap Rawan Longsor, Kawasan Bukit Bintang Bakal Ditata

Seperi banjir akibat Badai Savannah pertengahan Maret lalu juga berdampak banyak di Bantul sisi timur.

"Kemarin banjir itu juga di timur. Daerah-daerah situ daerah sesar. Sehingga potensi terjadinya longsor retakan tanah cukup tinggi," terangnya.

Lanjutnya, hingga saat ini di kawasan tersebut sudah berjejer banyak bangunan sehingga perlu memerhatikan sisi risiko bencananya.

Dwi hanya bisa mengeluarkan rekomendasi jika daerah tersebut rawan bencana.

Soal izin boleh dan tidaknya untuk mendirikan bangunan di kawasan tersebut, bukan menjadi kewenangan BPBD.

"Jadi kalau dari sisi kajian bencana, bukan bicara masalah peraturannya boleh atau tidak. Tapi melihat dari sisi kerawanan bencananya," jelasnya.

Hati-hati, Kabut Tebal Selimuti Bukit Bintang hingga Puncak Patuk

"Yang mengambil tindakam tegas bukan kita. Saya hanya terkait daerah-daerah rawan bencana. Sudah ada kajiannya. Yang menindaklanjuti tentu saja dinas instansi terkait," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved