Yogyakarta

BBPOM Yogyakarta Sita 29 Ribu Kemasan Produk Sambal Tidak Layak Konsumsi

BBPOM di Yogyakarta melakukan penyitaan terhadap 29 ribu kemasan produk sambal tidak layak konsumsi dari sebuah distributor di Sleman

BBPOM Yogyakarta Sita 29 Ribu Kemasan Produk Sambal Tidak Layak Konsumsi
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Balai Besar POM (BBPOM) di Yogyakarta menyita 29 ribu kemasan produk sambal tidak layak konsumsi dari salah satu distributor di wilayah Sleman.   

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Besar POM (BBPOM) di Yogyakarta melakukan penyitaan terhadap 29 ribu kemasan produk sambal tidak layak konsumsi dari sebuah distributor di Sleman pada 11 April 2019 lalu.

Penyitaan produk sambal tersebut dilakukan setelah mendapatkan izin penyitaan dari Pengadilan Negeri Sleman.

Kepala BBPOM di Yogyakarta, Rustyawati mengatakan, produk tersebut disita karena diduga mengandung bahan tambahan pangan pengawet, pemanis dan pewarna yang melebihi batas.

"Tidak memenuhi syarat karena pengawet melampaui batas, pewarna melampaui batas, jadi tidak memenuhi syarat dan dapat membahayakan kesehatan," ujarnya pada Selasa (16/4/2019)

Produk pangan yang tidak memenuhi syarat tersebut disita dan dibawa ke kantor BBPOM di Yogyakarta menggunakan dua truk yang berisi 29 ribu kemasan sambal kemasan plastik 550 gram senilai Rp 87 juta.

Baca: Belum Membusuk Meski Disita Sejak 19 Maret, BBPOM Akhirnya Musnahkan Mie Berformalin Asal Magelang

Baca: Tips Meredakan Sakit Kepala dengan Cara Alami Tanpa Obat-obatan

Ia melanjutkan, regulasi tentang penggunaan bahan tambahan pangan, sudah diatur dalam Peraturan Kepala Badan POM dan wajib diikuti oleh seluruh pelaku usaha.

"Karena persyaratannya ada standar yang sudah ditetapkan sesuai Permenkes Nomor 33," lanjutnya.

Pembinaan dan pendampingan pelaku usaha juga terus dilakukan oleh Balai POM bersama lintas sektor terkait agar pelaku usaha mampu memenuhi standar yang ada.

"Kita sudah melakukan pembinaan cukup lama. Pabrik ini kemudian membeli dari pabrik lain untuk dijual, jadi pabriknya tidak di sini," jelasnya.

Pihaknya saat ini tengah mendalami lebih jauh untuk mengetahui lebih jelas siapa yang memproduksi saus tersebut.

"Ini sedang kita dalami, ada barang tidak memenuhi syarat kita amankan dulu. Nanti kita mintakan keterangan siapa yang mencampur harus kita dalami dulu. Kita belum tahu persis karena keterangan belum selesai. Sedang kita dalami sebenarnya siapa dalangnya," terangnya. (tribunjogja)

-- 

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved