Bisnis

Bayar Klaim Sepanjang Januari-April, BPJS Kesehatan Yogya Keluarkan Rp 428,9 M

Dana tersebut disalurkan kepada 206 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 31 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL)

Bayar Klaim Sepanjang Januari-April, BPJS Kesehatan Yogya Keluarkan Rp 428,9 M
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Dwi Hesti Yuniarti (kiri) saat menyampaikan pemaparan pembayaran klaim jatuh tempo, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Yogyakarta sepanjang Januari-April 2019 mengaku telah mengeluarkan sebesar Rp428,9 miliar untuk kebutuhan pembayaran klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan.

Dana tersebut disalurkan kepada 206 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 31 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdapat di wilayah Kota Jogja, Gunungkidul, serta Bantul, baik dalam bentuk dana kapitasi maupun non kapitasi.

"Untuk yang dirumah sakit (FKRTL) sistem pembayaran kami melalui mekanisme dimana rumah sakit yang duluan melengkapi berkas itu yang akan kami dahulukan. Waktunya 15 hari kerja mulai verifikasi sampai pembayaran," jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Dwi Hesti Yuniarti, Selasa (16/4/2019).

Hingga 2019, Baru 2900 Pekerja Informal di Gunungkidul yang Jadi Anggota BPJS Ketenagakerjaan

Sementara, sepanjang April 2019, pihaknya telah menyelesaikan pembayaran klaim senilai Rp157,05 miliar yang terdiri dari Rp12,63 miliar untuk kapitasi, Rp2,25 miliar klaim non kapitasi, dan Rp142,17 miliar klaim RS.

"Itu sampai dengan tanggal 15 April dan jatuh tempo klaim di 8 April. Untuk pembayaran kami kerjasama dengan mitra kami dari perbankan," ujarnya.

Hesti melanjutkan, pihaknya juga mengajak para para fasilitas kesehatan untuk segera melakukan kewajiban dengan mengajukan klaim bagi yang belum melengkapi dokumen mereka.

"Walaupun mungkin BPJS ada keterlambatan pembayaran tapi kami harapkan kerjasama kami dengan RS tidak ada diskriminasi dengan peserta," kata Hesti.

BPJS Kesehatan Cabang Sleman Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kulon Progo

Semua pembayaran klaim, sambungnya akan di dasarkan pada ketentuan regulasi yang berlaku, pun jika terdapat keterlambatan pembayaran pihaknya akan membayar denda dari keterlambatan tersebut.

"Harapannya kita dengan RS sama-sama menjalankan regulasi dan tidak ada diskriminasi pelayanan kepada peserta JKN," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved