Pemilu 2019

Bawaslu Kabupaten Magelang : 56 TPS Masuk Kategori Sangat Rawan

Bawaslu Kabupaten Magelang : 56 TPS Masuk Kategori Sangat Rawan Politik Uang, KPPS Tidak Netral Hingga Intimidasi.

Bawaslu Kabupaten Magelang : 56 TPS Masuk Kategori Sangat Rawan
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh, beserta komisioner dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang, Selasa (16/4/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang memetakan sebanyak 1.394 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk kategori rawan.

Dari jumlah tersebuy, 56 TPS di antaranya, dinilai sangat rawan karena berpotensi adanya politik uang, KPPS yang tak netral, dan praktik penghinaan atau intimidasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh, mengatakan, TPS yang rawan tersebut berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang disusun oleh KPU Kabupaten Magelang pada tanggal 6-10 April 2019 lalu.

Hasilnya, dari 4.331 TPS, ada sebanyak 1.394 TPS yang masuk dalam kategori rawan. Kerawanan ini baik karena logistik rusak, TPS dekat posko, KPPS berkampanye, praktik penghinaan, pemberian uang, TPS dekat lembaga, perguruan tinggi, rumah sakit, pemilih tambahan atau DPTb, hingga pemilih DPK yang tak terdaftar di DPT.

"IKP ini memberitahukan kerawanan yang ada di Kabupaten Magelang. Kami melihat ada 1.394 TPS yang terindikasi rawan, berdasarkan 10 indikator kerawanan TPS," kata Habib, Selasa (16/4/2019), dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang.

Baca: Prosedur Mencoblos di TPS, Syarat Formulir C6 Atau Surat Undangan Serta KTP-el pada Pemilu 2019

Baca: Keponakan dan Paman Taruhan Pemenang Pilpres 2019, Jokowi Atau Prabowo, Tanah 1 Hektare jadi Taruhan

Dari 1.394 TPS yang rawan, Bawaslu memetakan ada 56 TPS yang masuk kategori sangat rawan. TPS dikatakan sangat rawan, karena terdapat KPPS tidak netral, praktik penghinaan atau intimidasi kepada pemilih atau penyelenggara, dan politik uang.

TPS yang rawan, Kecamatan Muntilan, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Mertoyudan karena sudah pernah terjadi indikasi. sekitar TPS.

"Dari sebanyak 56 tps ini karena terdapat indikasi politik uang di sebanyak 30 TPS, KPPS yang tak netral sebanyak 10 TPS, adanya praktik penghinaan atau intimidasi sebanyak 16 TPS, tersebar di sejumlah kecamatan," ujar Habib.(tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved