Pemilu 2019

Bawaslu Bantul Waspadai 'Serangan Fajar' Semakin Masif Jelang Hari Pencoblosan

Bawaslu Bantul Waspadai 'Serangan Fajar' Semakin Masif Jelang Hari Pencoblosan

Bawaslu Bantul Waspadai 'Serangan Fajar' Semakin Masif Jelang Hari Pencoblosan
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Anggota Bawaslu Bantul Bidang Pengawasan, Humas dan Hubungan antar Lembaga Supardi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang hari pemungutan suara pada 17 April 2019 besok, praktik politik uang atau 'serangan fajar' diduga akan semakin menguat.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul sebagai lembaga otoritas pengawas pemilu telah mewaspadai adanya praktek tersebut.

Anggota Bawaslu Bantul Bidang Pengawasan, Humas dan Hubungan antar Lembaga Supardi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan cara turun langsung ke lapangan melakukan investigasi, apabila ada wilayah yang terindikasi mengarah ke praktek politik uang.

Menurut dia, praktek politik uang dimasa tenang atau serangan fajar justru sering terjadi di malam hari.

"[pemilu] di tahun 2009, laporan politik uang malah terjadi pada malam hari. Jam 3 malam waktu itu. Saya piket dan ada di kantor," terang dia, kepada Tribunjogja.com, Senin (15/4/2019).

Baca: Distribusi Logistik Pemilu Kota Yogyakarta Dimulai

Berkaca dari pengalaman itu, Supardi mengaku terus melakukan antisipasi. Antara lain patroli di malam hari, melakukan himbauan kepada para peserta pemilu dan berusaha memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. "Baik dengan sosialisasi maupun pembentukan desa Anti Politik Uang," terang dia.

Supardi menjelaskan permasalahan serangan fajar marak terjadi dimasa tenang karena masing-masing peserta pemilu semuanya ingin menang. Mereka saling curiga terhadap rival politiknya satu sama lain.

Padahal, menurut dia, peserta pemilu dimasa tenang harusnya merasa yakin dan percaya diri. "Kalau visi-misinya baik para pemilih [sebenarnya] sudah punya pendirian sendiri," tutur Supardi.

Baca: Masyarakat Diperbolehkan Copot APK dengan Berkoordinasi Lebih Dulu

Mengenai sudah adanya laporan ke Bawaslu mengenai wilayah yang diduga berpotensi terjadi serangan fajar, Supardi mengaku masih dalam proses. Namun demikian, di Kabupaten Bantul sampai sejauh ini diakuinya masih relatif kondusif.

Sementara Bupati Bantul Drs Suharsono mengaku akan turun langsung secara acak ke sejumlah wilayah sampai hari pencoblosan. Ia ingin memastikan semua wilayah di Bantul dalam kondisi aman dan kondusif.

"Saya akan berkeliling sampai malam, sampai subuh. Jangan sampai ada serangan fajar," tutur dia.(tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved