Kota Yogya

Polresta Yogyakarta Larang Anggotanya Selfie Saat Pemungutan dan Perhitungan Suara

Anggota Polresta Yogyakarta dilarang untuk berswafoto dan mendokumentasikan selama pemungutan dan perhitungan suara berlangsung.

Polresta Yogyakarta Larang Anggotanya Selfie Saat Pemungutan dan Perhitungan Suara
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Wakapolresta Yogyakarta AKBP Ardiyan Mustakim mengecek kelengkapan anggota dalam apel gelar pasukan polresta Yogyakarta di GOR Amongraga Yogyakarta, Senin (15/4/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta melakukan apel gelar pasukan Polresta Yogyakarta di Lapangan Parkir GOR Amongraga, Senin (15/4/2019).

Pada kesempatan itu, Wakapolresta Yogyakarta, AKBP Ardiyan Mustakim mengungkapkan bahwa anggotanya dilarang untuk berswafoto dan mendokumentasikan selama pemungutan dan perhitungan suara berlangsung.

Selain untuk menjaga netralitas Polri, pihaknya khawatir jika ada oknum yang tak bertanggungjawab yang mempolitisir foto-foto anggota Polri.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

"Anggota dilarang selfie (swafoto), dilarang mendokumentasikan dalam bentuk apapun. Ini dilakukan untuk menjaga netralitas Polri. Jangan sampai nanti selfie kemudian dipolitisir. Kita harus menjaga netralitas," ungkapnya.

Selain dilarang mendokumentasikan, anggota Polri juga dilarang memasuki area Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga penjagaan hanya dilakukan di luar TPS saja.

"Itu memang peraturan dari KPU, aturan atasan juga. Supaya Polri tetap netral. Kecuali nanti ada sesuatu di TPS, dan diminta masuk oleh KPPS, baru bisa masuk," sambungnya.

Baca: Jaga Pemilu, Polresta Yogyakarta Siagakan 1.076 Personel

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, untuk mengamankan 1.373 TPS yang ada di Kota Yogyakarta, Polresta Yogyakarta mengerahkan sekitar 580 personel.

Personel tersebut akan ditugaskan untuk menjaga TPS dengan tingkat kerawanan berbeda, yaitu kurang rawan, rawan, dan sangat rawan.

"Semua kecamatan memiliki potensi kerawanan. TPS rawan itu disesuaikan dengan situasinya, lalu juga potensi yang konflik yang pernah terjadi, semua memiliki karakteristik sendiri.

Untuk sitem pengamanan juga disesuaikan dengan kerawannnya," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved