Sleman

Pegawainya Tersandung Kasus Video Asusila, Begini Klarifikasi Kantor Kementerian Agama Sleman

Kementerian Agama Kabupaten Sleman sudah memanggil yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan.

Pegawainya Tersandung Kasus Video Asusila, Begini Klarifikasi Kantor Kementerian Agama Sleman
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman Sa'ban Nuroni memeriksa berita terkait pegawainya yang tersandung video asusila 

TRIBUNJOGJA.COM -  Beredar video di media sosial sepasang kekasih melakukan hubungan intim di sebuah kamar.

Diduga satu di antara pemerannya adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman Sa'ban Nuroni saat ditemui Tribunjogja.com Senin (15/4/2019) membenarkan hal tersebut.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Namun tak banyak informasi yang ia ungkapkan terkait kasus yang mencoreng nama lembaga pemerintah itu.

"Satu (perempuan) itu memang pegawai kami, itu kasus lama," ujarnya.

Kejadian itu berlangsung pada akhir 2018 silam, sedangkan video tersebut mulai viral baru-baru ini.

Video berdurasi 30 detik tersebut diduga secara sadar direkam oleh mereka.

Atas kasus tersebut Sa'ban mengatakan sudah memanggil yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan.

Baca: Berawal dari Jawab Pertanyaan Mahasiswanya, Rektor UNY Wujudkan Konser dengan Syarat IPK

Ia pun menyayangkan ada pegawainya yang tersandung kasus asusila ini.

"Tentu yang pertama adalah kita prihatin, selanjutnya adalah tugas kami melakukan pembinaan, kita klarifikasi dan hasilnya kita sampaikan ke pimpinan Kanwil DIY," imbuhnya.

Sa'ban  mengatakan sudah melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) kepada yang bersangkutan dan hasilnya sudah disampaikan ke pimpinan.

Sedangkan terkait sanksi,  ia menuturkan bahwa hal itu diserahkan sepenuhnya kepada wewenang pimpinan.

Adapun nanti yang menjatuhkan sanksi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.

"Dia masih kerja sambil menunggu hukuman yang diberikan pimpinan," terangnya. (*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved