Sleman

Lonjakan Jumlah DPTb Bikin Kerawanan Kekurangan Surat Suara

Tingginya jumlah Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) di Kabupaten Sleman menjadi salah satu kerawanan dalam Pemilu 2019.

Lonjakan Jumlah DPTb Bikin Kerawanan Kekurangan Surat Suara
Ist
Pencoblosan Pemilu 2019 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tingginya jumlah Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) di Kabupaten Sleman menjadi salah satu kerawanan dalam Pemilu 2019.

Tidak menutup kemungkinan para pemilih tersebut tidak kebagian surat suara.

Ketua Bawaslu Sleman Abdul Karim Mustofa mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan saat pencoblosan untuk memastikan semua pemilih, baik yang masuk dalam DPT maupun DPTb dapat menggunakan haknya untuk memilih.

Terkait DPTb, fokus pengawasannya berada di Kecamatan Depok, Mlati, Ngaglik dan Gamping.

Empat kacamatan tersebut yang tercatat memiliki banyak pemilih yang berasal dari luar DIY.

Baca: Antisipasi Surat Suara Kurang, KPU Sleman Terapkan Sistem Geser

"KPU membuat analisis angka yangg memang itu relatif cukup besar DPTb-nya," ujar Karim.

Karim mengatakan, di TPS akan disediakan surat suara sebanyak jumlah DPT dengan tambahan 2% untuk DPTb.

Sehingga jika angka DPTb yang kini mengalami kelonjakan itu masuk ke dalam TPS tertentu, maka ada potensi kekurangan surat suara.

"Sehingga ada kemungkinan pemilih tidak bisa mendapatkan surat suara. Kami mendorong KPU Sleman untuk dapat menjamin kepastian pemilih berbasis DPTb ini mendapatkan surat suara," ujarnya.

"Bagaimanapun caranya asalkan sesuai dengan regulasi pengaturan dan manajemen pemerataan surat suara saya pikir itu bisa terlaksana," imbuhnya.

Baca: Bawaslu Sleman Akan Pantau Partisipasi DPTb di Hari Pencoblosan

Adapun berdasarkan hasil rapat pleno KPU Sleman pada 11 April 2019 kemarin, tercatat terdapat 25.598 DPTb yang masuk ke Sleman, sedangkan yang keluar sejumlah 2.709.

Salah satu kecamatan yang palingbanyak DPTb-nya adalah Kecamatan Depok, di mana terdapat 11.742 yang tersebar di 391 TPS dari jumlah keseluruhan TPS yang ada yakni 404.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan, dalam proses packing yang dilakukan sebelumnya, tiap TPS sudah dijatah tambahan surat suara sebanyak 2%.

Dan untuk mengantisipasi kekurangan surat suara, maka bisa dilakukan pergeseran antar TPS.

"Kemungkinan untuk digeser surat suara itu. Tapi memang dengan kondisis tertentu, maksudnya harus ada kesepakatan diantara KPPS, pengawas TPS dan saksi. Nanti yang akan mengkoordinir adalah PPS," ulasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved