Yogyakarta

Hati-hati, Penyebar dan Aktor dalam Video Asusila Bisa Dijerat Hukuman

Jika dilaporkan, maka baik penyebar maupun pelaku bisa dijerat dengan UU ITE pasal 27 atau UU Anti Pornografi pasal 29.

Hati-hati, Penyebar dan Aktor dalam Video Asusila Bisa Dijerat Hukuman
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Menanggapi beredarnya video asusila yang diduga diperankan oleh ASN Kemenag Sleman, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan baik penyebar maupun pelaku bisa diancam pidana. 

Meski demikian pihaknya belum mendapat laporan terkait video tersebut.

Jika dilaporkan, maka baik penyebar maupun pelaku bisa dijerat dengan UU ITE pasal 27 atau UU Anti Pornografi pasal 29. 

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

"Jika itu ITE maka yang menangani adalah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus). Tetapi kan juga harus dilihat dulu kontennya apakah itu termasuk pornografi atau tidak. Harus ada saksi ahlinya untuk menentukan. Sanksinya ada, kalau memang sudah ada laporan dan proses hukum berjalan," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Senin (15/4/2019).

Menurut UU ITE Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1), Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan (Pasal 27 ayat 1). 

Sementara Pasal 45 ayat 1  berbunyi setiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000.

Baca: Distribusi Logistik Pemilu Kota Yogyakarta Dimulai

Pasal 29 UU Anti Pornografi menyatakan Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, 
menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor,  mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah). 

Oleh sebab itu, AKBP Yuliyanto meminta masyarakat untuk bijaksana dalam menggunakan handphone dan sosial media. Jangan asal menyebarkan video yang memuat pornografi, karena ada ancaman pidana.

"Jangan asal share,karena ada ancaman pidananya. Bukan hanya orang pertama saja yang mendapat ancaman hukuman, tetapi yang terlibat," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved