Kota Yogya

Bawaslu Kota Yogya Soroti Sekolah yang Digunakan untuk TPS

Bawaslu Kota Yogyakarta menyoroti sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta yang digunakan untuk TPS saat Pemilu 17 April berlangsung.

Bawaslu Kota Yogya Soroti Sekolah yang Digunakan untuk TPS
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bawaslu Kota Yogyakarta menyoroti sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta yang digunakan untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pemilu 17 April berlangsung.

Koordinator Divisi Pengawas, Hukum, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Yogyakarta, Noor Harsya A S mengatakan Bawaslu memiliki pandangan berbeda terkait TPS rawan 

Menurut Bawaslu Kota Yogyakarta, TPS yang memiliki kerawanan adalah TPS DPT dan DPTb belum teridentifikasi sscara menyeluruh, TPS yang berada di sekolah atau dekat dengan sekolah, dekat dengan pesantren, dekat dengan perguruan tinggi, dan dekat dengan posko atau rumah caleg.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

"Kami punya penilaian tersendiri untuk kerawanan. Salah satunya yang jadi perhatian adalah sekolah-sekolah yang dijadikan untuk TPS. Kalau melihat irisannya cukup signifikan," katanya pada Tribunjogja.com, Senin (15/4/2019).

Apalagi paska putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa penghitungan suara ditambah 12 jam, samapai tanggal 18 April 2019.

Dengan ditambahnya waktu untuk penghitungan suara,bukan tidak mungkin kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa terganggu. 

Meski Bawaslu RI belum meluncurkan TPS rawan, Bawaslu Kota Yogyakarta telah mencatat beberapa sekolah yang digunakan untuk TPS atau sekolah berdekatan dengan TPS.

Baca: Logistik Pemilu Kota Yogyakarta Mulai Didistribusikan

Sekolah tersebut antara lain SD Kanisius, SD Kricak,  SD Bopkri, SD Tegalrejo 2, SD Serangan, SD Muhamadiyah Tegalrejo, SD Muhammadiyah Suronatan, dan lain-lain.

"TPS di Tegalrejo minimal Ada 4 TPS di SD. Berartikan nanti di sekolah itu akan ada panitia pemilu, saksi, juga ditambah dengan peserta didik. TPS yang berada di fasilitas publik tentu kerawanannya akan mengganggu fungsi pelayanan publik," jelasnya. 

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved