Pemilu 2019

Pemilih Tidak Boleh Pakai Atribut Kampanye saat Datang ke TPS

Pemilih tidak boleh memakai atribut kampanye saat datang mencoblos ke tempat pemungutan suara (TPS).

Pemilih Tidak Boleh Pakai Atribut Kampanye saat Datang ke TPS
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Sejumlah kotak suara yang digunakan saat simulasi pencoblosan di Kaliurang beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Pemilihan umum secara serentak akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Pemilih tidak boleh memakai atribut kampanye saat datang mencoblos ke tempat pemungutan suara (TPS).

"Secara prinsip jelas diatur [warga sebagai pemilih datang ke TPS mengenakan atribut] tidak boleh. Saksi juga tidak boleh. Termasuk juga membawa bahan kampanye ke bilik [suara] juga tidak boleh, karena disinyalir akan terjadi politik uang," kata Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bantul, Mestri Widodo.

Selain dikhawatirkan akan terjadi praktek politik uang, penggunaan atribut ke tempat pemungutan suara menurut Mestri bisa saja dapat menghilangkan asas pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. "Asas pemilu luber, jujur dan adil [dikhawatirkan] tidak terjadi. Tidak terlaksana dengan optimal," ungkap dia.

Baca: Hasil Survei Terbaru Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo dari 7 Lembaga Survei

Pada 17 April 2019 mendatang, warga yang akan menggunakan hak suaranya di Kabupaten Bantul tercatat ada 714.169 pemilih. Mereka tersebar di 75 desa dan 3.040 tempat pemungutan suara.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Bantul, Arif Widayanto mengatakan daftar pemilih tetap hasil perbaikan tiga (DPTHP-3) di Kabupaten Bantul tidak mengalami perubahan.

DPTHP-3 jumlahnya ada 707.009 pemilih. Terdiri dari laki-laki sebanyak 346.485 pemilih dan 360.524 pemilih perempuan.

Sementara pemilih yang berasal dari luar daerah dan menggunakan hak suaranya di Kabupaten Bantul atau daftar pemilih tambahan (DPTb) jumlahnya ada 10.024 pemilih.

Baca: Masa Tenang, Bawaslu DIY Lakukan Patroli

"DPTb ini tersebar di 74 Desa dan ada di 1.519 TPS. Pemilih laki-laki jumlahnya 4.559 sedangkan perempuan 5.465, pemilih" urai Arif.

Adapun untuk jumlah DPTb keluar yaitu daftar pemilih tambahan asal Bantul yang menggunakan hak suaranya di daerah lain tercatat ada 2.864 pemilh. Mereka terdiri dari 1.602 pemilih laki-laki dan 1.262 perempuan. "Sehingga total jumlah pemilih yang akan menggunakan hak suaranya di kabupaten Bantul total ada 714.169 pemilh," terang dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved