Pendidikan

UGM Siapkan Pabrik Farmasi dan Alat Kesehatan

UGM telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih dua hektar yang rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat.

UGM Siapkan Pabrik Farmasi dan Alat Kesehatan
istimewa
Seiring penyusunan roadmap pengembangan industri strategis dan teknologi tinggi tahun 2045, UGM dan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI menggelar diskusi di Grand Aston Hotel Yogyakarta pada Jumat (12/4/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seiring penyusunan roadmap pengembangan industri strategis dan teknologi tinggi tahun 2045, UGM dan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI menggelar diskusi di Grand Aston Hotel Yogyakarta pada Jumat (12/4/2019).

Diskusi ini menghadirkan beberapa pakar dari UGM di antaranya Peneliti nanoteknologi biokeramik dari FKG UGM drg Ika Dewi Ana, M Kes, Ph D, peneliti stem cell dari FKKMK UGM dr Rudy Ghazali Malueka PhD SpS dan peneliti obat herbal dari keanekaragman hayati Prof Dr Subagus Wahyuono, Apt.

Ika Dewi Ana mengatakan, pengembangan nanoteknologi untuk kesehatan perlu dikembangkan bersama-sama.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Menurutnya UGM sudah mulai menghilirkan beberapa produk kesehatan dari produk skala herbal bahkan sudah menerapkan nanobiokeramik sudah dipasarkan dan sudah mendapatkan daftar e-katalog.

"Setidaknya produk-produk ini bisa mengantikan beberapa produk impor dengan standar SNI,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com

Lanjutnya, pengembangan produk kesehatan melalui produksi sendiri oleh pabrik milik UGM ini untuk menyongsong kemandirian bangsa di bidang kesehatan.

“Kompetisi bangsa kita dalam teknologi kesehatan masih sangat rendah sekitar 97,2 persen alat kesehatan kita masih impor,” ujarnya.

Untuk menyiapkan berbagai produk farmasi dan alat kesehatan, kata Ika, UGM telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih dua hektar yang rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat.

“Ada lahan seluas dua hektar kita buat pabrik alat kesehatan,” katanya.

Baca: UGM Press Raih Anugerah Buku ASEAN 2019

Apa yang dilakukan oleh UGM untuk mendirikan pabrik sendiri untuk memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan ini dikarenakan sulitnya untuk mengakses produsen obat di dalam negeri yang lebih banyak memprioritaskan obat dan alat kesehatan dari luar.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved