Mengenal Ketua Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno : Misi Saya Selamatkan Sepakbola DIY

Mengenal Ketua Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno : Misi Saya Selamatkan Sepakbola DIY

Mengenal Ketua Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno : Misi Saya Selamatkan Sepakbola DIY
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Ketua Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno 

TRIBUNJOGJA.COM - Ahmad Syauqi Soeratno jelas bukan sosok baru di kancah sepakbola DIY, maupun Indonesia.

Bagaimana tidak, sudah sejak lama ia berjibaku demi perbaikan tata kelola olahraga paling populer di tanah air itu. Kini, dirinya menyandang tanggung jawab sebagai Ketua Umum (Ketum) Asprov PSSI DIY.

Saat Tribun Jogja melakukan wawancara ekslusif, Syauqi pun mengisahkan kalau awalnya menolak ketika diminta mengemban jabatan.

Apalagi, sejak Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI DIY 2017 silam, ia sudah mendapat permintaan, untuk ikut bertarung dalam bursa calon Ketum.

"Tahun 2017 itu saya tidak bersedia. Lalu, pertengahan 2018, saya dengar berita, katanya Asprov PSSI DIY ini dinonaktifkan. Tapi, saya juga tidak bereaksi apa-apa karena itu ranahnya teman-teman di football family," katanya.

Baca: Link Live Streaming Final Leg 2 Piala Presiden 2019, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Live Indosiar

Beberapa bulan setelahnya, sejumlah anggota, atau voters Asprov PSSI DIY pun memintanya kembali maju dalam KLB tahun 2019 ini. Sampai di titik tersebut, ia kembali urung menyampaikan ketersediaan. Tetapi, semua berubah saat mendekati KLB, dimana tak kunjung muncul figur yang bersedia maju.

"Mereka benar-benar meminta, saya sampaikan oke, sejauh tak ada yang lain, hanya untuk menyelamatkan, tidak ada jalan lain. Kalau kita pahami statuta, hanya itu yang boleh. Konteksnya, misi utama saya adalah penyelamatan, agar sepakbola DIY ini aktif lagi," ungkapnya.

Dalam rangka penyelamatan itulah, Syauqi bersedia kembali terjun di kancah sepakbola, usai sekian lama menepi.

Terakhir kali dirinya berkecimpung adalah kala mengemban jabatan sebagai CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) 2014 lalu. Sebelumnya, ia menjabat Deputi Sekjen PSSI, pada 2009, hingga 2011.

"Jadi, saya terakhir 2014, pasca kongres Surabaya, BLAI dibubarkan. Otomatis, struktur kelembagaannya juga selesai. Setelah itu, secara formal, saya tidak menangani lagi, sehingga sudah feel free lah," terangnya.(tribunjogja)

Penulis: aka
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved