PSIM Yogyakarta

Dilirik Banyak Tim, Raphael Maitimo Ungkap Alasan Gabung PSIM Yogyakarta

Raphael Maitimo mengaku antusias menyongsong musim pertamanya bersama Laskar Mataram.

Dilirik Banyak Tim, Raphael Maitimo Ungkap Alasan Gabung PSIM Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Rekrutan anyar PSIM Yogyakarta, Raphael Maitimo, diperkenalkan sebagai rekrutan anyar bersama pelatih Vladimir Vujovic serta enam penggawa anyar di Monumen PSSI, Baciro, Jumat (12/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM- Gelandang naturalisasi, Raphael Maitimo, secara resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar PSIM Yogyakarta beserta pelatih Vladimir Vujovic dan enam rekrutan anyar di Monumen PSSI, Komplek Wisma Soeratin, Baciro, Jumat (12/4/2019).

Tim berjuluk Laskar Mataram ini menjadi tim kasta kedua di kompetisi Liga Indonesia pertama yang dibela pria kelahiran Belanda tersebut selama berkiprah di Indonesia.

Kendati demikian, ia tak mempermasalahkan hal tersebut.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Sebaliknya, gelandang berusia 35 tahun tersebut mengaku antusias menyongsong musim pertamanya bersama Laskar Mataram.

"Saya senang bisa gabung PSIM. Pelatih Vladimir Vujovic sudah banyak bicara soal target untuk naik ke Liga 1. Mudah-mudahan kontribusi saya musim ini cukup besar untuk mencapai target tersebut," ujar Maitimo.

"Ini pertama kali bagi saya main di klub Liga 2, yang juga pengalaman baru buat saya. Saya tidak takut, motivasi saya sama tinggi seperti saat main di klub Liga 1," lanjut Maitimo.

Ia pun tak menampik bila sebelum menyatakan sepakat untuk membela Laskar Mataram, beberapa tim dari Liga 1 menyatakan keinginan untuk merekrutnya.

"Saya memang punya tawaran dari klub Liga 1 namun saya pikir PSIM cocok dengan filosofi saya. Rencana mereka saya rasa sangat pas untuk saya, sebab Vlado bilang pada saya bahwa ini untuk proyek jangka bagi tim,"

"Terpenting saya bisa kerja di happy di klub yang sehat. Saya tidak peduli ini divisi mana tim ini berkompetisi, motivasi saya tetap tinggi. Saya di Indonesia 5-6 tahun, dan klub sepak bola di Indonesia banyak masalah," pungkasnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved