Techno

JDV Bangun Ekosistem Industri Kreatif di Yogyakarta

JDV Bangun Ekosistem Industri Kreatif di Yogyakarta. JDV Bangun Ekosistem Industri Kreatif di Yogyakarta

JDV Bangun Ekosistem Industri Kreatif di Yogyakarta
wired.it
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM – Keberadaan co-working space yang menjamur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi angin segar bagi pelaku industri kreatif, khususnya para startup.

Pasalnya co-working space menjadi penunjang berkembangnya startup.

Jogja Digital Valley (JDV), salah satu penyedia co-working space di Kota Yogyakarta, bahkan tidak hanya sekadar ruang yang bisa dijadikan sebagai ‘tempat kerja’.

JDV merupakan inkubator bisnis ICT kedua yang dikembangkan oleh Telkom setelah Bandung Digital Valley untuk melengkapi ekosistem kreatif digital, yang bertujuan untuk meningkatkan akselerasi jumlah pengembang untuk games, edutainment, music, animation dan software services khususnya di kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca: Taliban Afghanistan Klaim Tembak Jatuh Bomber B-52 Stratofortress di Helmand

Public Relation JDV, Dina Napita mengatakan selain memberikan fasilitas bagi para startup, JDV fokus untuk membangun ekosistem industri kreatif itu sendiri, khususnya di bidang kreatif digital dan IT.

Menurutnya hal tersebut yang membedakan co-working space yang dimiliki JDV dibandingkan co-working space lainnya.

“Jadi di sini memang benar-benar suasana kerja dan menunjang kreatifitas member JDV yang bergerak di bidang kreatif digital dan IT. JDV hadir untuk memberikan fasilitas sehingga pada startup bisa terus berkembang,” ungkapnya ditemui Rabu (10/4/2019).

Dina menambahkan latar belakang member yang beragam memungkinkan startup yang memanfaatkan co-working space JDV berkembang. Di antaranya munculkan kolaborasi antar startup.

Baca: Pemda DIY Siapkan 2 Skema Ganti Untung bagi Penghuni Magersari Jokteng Lor Wetan

“Di sini mereka hampir setiap hari bertemu dan bekerja bersamaan di bidang masing-masing. Karena berada di satu lingkungan, memungkinkan mereka untuk terlibat project yang menggabungkan kemampuan masing-masing sesuai bidangnya,” paparnya.

JDV tidak memungut biaya kepada member dan saat ini sudah ada sekitar 800 member yang bergabung, namun ada sekitar 30 member yang aktif dan datang hampir setiap hari ke co-working space JDV.

Meski terbuka bagi siapapun, Dina mengatakan JDV membatasi member yang merupakan startup di bidang kreatif digital dan IT. Hal ini kembali ke tujuan awal JDV yaitu membangun ekosistem kreatif digital dan IT di Yogyakarta.(tribunjogja)

Penulis: ang
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved