Kota Yogya

Hari Terakhir Pengajuan Pindah TPS, KPU Kota Yogyakarta Dipadati Warga

Dari ratusan pemohon di hari terakhir pendaftaran ini didominasi oleh warga yang melaksanakan tugas atau bekerja saat hari pencoblosan.

Hari Terakhir Pengajuan Pindah TPS, KPU Kota Yogyakarta Dipadati Warga
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Sejumlah warga antri saat mengurus pengajuan form A5 atau pindah memilih di KPU Kota Yogyakarta, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hari terkahir pendaftaran pindah tempat memilih atau pengajuan Form A5, KPU Kota Yogyakarta dipadati warga yang ingin mengajukan pindah memilih.

Sejak pagi hari hingga sore, antrian tampak mengular.

Nurhayati, Komisioner KPU Kota Yogyakarta mengatakan layanan ini mengacu pada Surat KPU RI bernomor 577, 580 dan 631 yang meminta KPU Kota/Kabupaten untuk membuka pelayanan pengajuan form A5 hingga pukul 16.00 WIB di hari terakhir pengajuan.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

"Hari terakhir peminat sangat banyak sehingga akan kita layani hingga selesai bagi yang sudah menerima nomor antrian sebelum jam 16.00 WIB," katanya kepada Tribunjogja.com, Rabu (10/4/2019).

Saat ditemui Tribunjogja.com di ruangannya, Nur menjelaskan, ada empat kriteria yang diperbolehkan untuk mengajukan form pindah tempat memilih ini.

Yakni karena sakit, bencana alam, tengah menjalani proses hukum dan atau penugasan oleh instansi/kantor yang dibuktikan dengan surat tugas.

Nur memperkirakan di hari terakhir ini, KPU Kota Yogyakarta akan melayani 200 hingga 300an pemilih yang akan menjadi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di Kota Yogyakarta ini.

Baca: Bawaslu DIY Temukan Sebanyak 18.266 APK Melanggar Aturan

Untuk DPTb, dari catatannya sebelum hari terakhir, KPU Kota Yogyakarta mencatat sudah ada sekira 9 ribuan DPTb yang tercatat di KPU Kota Yogyakarta dan angka ini masih bisa bertambah di hari terakhir pengajuan.

Dari ratusan pemohon di hari terakhir pendaftaran ini, Nur merinci, masih didominasi oleh warga yang melaksanakan tugas atau bekerja saat hari pencoblosan.

"(Yang mengajukan) rata-rata warga yang bekerja atau tugas seperti tenaga kesehatan yang kerja di rumah sakit dan pegawai hotel atau pekerja yang bersistem shift," kata Nur. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved