Jawa

Gelar Pasar Murah Pupuk di Klaten, Pupuk Indonesia Gelontorkan 1000 Ton Pupuk

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari perayaan hari jadi Pupuk Indonesia yang ke-7 serta HUT BUMN uang khusus ditujukan kepada para petani.

Gelar Pasar Murah Pupuk di Klaten, Pupuk Indonesia Gelontorkan 1000 Ton Pupuk
istimewa
Menteri BUMN, Rini Soemarno (tengah) saat mengangkut pupuk pada program pasar murah pupuk di Gudang Penyimpanan Pupuk (GPP) Pusri di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang bergerak di bidang penyediaan pupuk menyelenggarakan pasar murah khusus untuk pupuk non subsidi, Rabu (10/4/2019) di Gudang Penyimpanan Pupuk (GPP) Pusri di Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari perayaan hari jadi Pupuk Indonesia yang ke-7 serta HUT BUMN uang khusus ditujukan kepada para petani di wilayah setempat.

Menteri BUMN, Rini Soemarno yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dilakukannya program ini tidak terlepas dari capaian BUMN yang cukup baik sepanjang 2018 lalu.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

"Capaiannya keuntungan di atas Rp 200 triliun. Jadi kita sepakat untuk melakukan program ini kepada petani. Programnya banyak, ada pangan murah, pupuk, dan solar. Harapannya bisa meningkatkan produktivitas," kata Menteri Rini dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com.

Total ada sebanyak 500 ton pupuk urea dan 500 ton pupuk NPK yang disediakan pada kesempatan itu.

Produk non subsidi tersebut dijual dengan harga Rp1.000/kg untuk urea, dari harga normal Rp5000/kg dan Rp1.300 untuk pupuk NPK, dari harga normal Rp6.500.

"Total nanti mungkin bisa mencapai 10 ribu ton yang akan disebar di beberapa titik sampai akhir bulan," tambahnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengungkapkan, acara tersebut juga diikuti oleh sejumlah anak usaha dari Pupuk Indonesia, antara lain PT Pupuk Sriwidjaja, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Kujang dan juga PT Pupuk Iskandar Muda.

Baca: Masuk Musim Tanam, Petani di Playen Kesulitan Dapatkan Pupuk Phonska dan SP36 Bersubsidi

"Kita juga kenalkan aplikasi LinkAja kepada petani dan ada program penjualan solar harga khusus oleh PT Pertamina,' ungkapnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini juga merupakan strategi untuk mengenalkan serta memperluas pemasaran dari produk pupuk non subsidi.

Disamping itu, juga masih terdapat sejumlah petani yang belum memperoleh layanan pupuk bersubsidi dari pemerintah akibat berbagi hal.

Untuk itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana memperkenalkan dan menjangkau lebih banyak petani dengan program pupuk bersubsidi.

"Kita juga akan fokuskan agar produk-produk Pupuk Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi demi menjaga stabilitas pangan nasional," pungkasnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved