Resesi Ekonomi AS 2020: Tak Perlu Khawatir, Ini Efek Positifnya

Berbagai data dan indikator menunjukkan potensi terjadinya resesi ekonomi di Amerika Serikat pada tahun 2020 semakin besar. Bagaimana dampaknya?

Resesi Ekonomi AS 2020: Tak Perlu Khawatir, Ini Efek Positifnya
ist
Ilustrasi keuangan AS 

TRIBUNJOGJA.COM - Menurut National Bureau of Economic Research (NBER) definisi resesi adalah penurunan signifikan yang terjadi pada aktivitas ekonomi selama beberapa bulan, seperti pertumbuhan PDB, pendapatan, tingkat pengangguran, tingkat produksi, dan penjualan.

Berbagai data dan indikator menunjukkan potensi terjadinya resesi ekonomi di Amerika Serikat pada tahun 2020 semakin besar.

Baca: Woww! Bekerja 5 Tahun, Anggota DPR Dapat Uang Pensiun Seumur Hidup

Secara teori, resesi biasanya negatif terhadap kinerja investasi, baik di AS sendiri maupun terhadap investasi di negara lain termasuk Indonesia.

Namun untuk resesi di Amerika Serikat yang berpotensi terjadi di tahun 2020 nanti, bisa saja lebih banyak positif dibandingkan negatifnya.

Sejarah Resesi Amerika Serikat

Berdasarkan data dari Bank Sentral, sejak tahun 1980 hingga 2018, resesi ekonomi telah terjadi sebanyak 5 kali dengan perincian sebagai berikut:

• Januari 1980–Juli 1980 (7 bulan)
• Juli 1981–November 1982 (1 tahun 4 bulan)
• Juli 1990–Maret 1991 (8 bulan)
• Maret 2001–November 2001 ( 8 bulan)
• Desember 2007–Juni 2009 ( 1 tahun 7 bulan)

Data Bank Sentral AS
Data Bank Sentral AS ()

Sebelum terjadi resesi, terdapat grafik warna biru yang merupakan selisih dari imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun dikurangi dengan imbal hasil obligasi pemerintah 2 tahun.

Angka ini digunakan sebagai alat untuk prediksi terjadinya resesi, dimana jika mencapai 0 atau negatif, resesi ekonomi akan terjadi 1-2 tahun setelahnya.

Pada bulan Maret 2019, angka tersebut telah mendekati 0,19. Ditambah dengan kisruh perang dagang dengan China dan shutdown pemerintahan terkait pembahasan anggaran tembok perbatasan di Meksiko, ada kekhawatiran aktivitas ekonomi akan melemah pada tahun-tahun mendatang.

Periode terjadinya resesi beragam, mulai dari yang paling cepat selama 7 bulan hingga 1 tahun 7 bulan sebagaimana yang terjadi pada 2007 – 2009 lalu.

Halaman
1234
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved