Jawa

Jurnalis Asing Bakal Diawasi Saat Pemilu

Upaya ini sebagai bentuk pengawasan terhadap orang asing, khususnya para jurnalis yang meliput yang dapat membikin berita atau muatan provokasi.

Jurnalis Asing Bakal Diawasi Saat Pemilu
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Ramli HS, Selasa (9/4/2019) usai rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Tingkat Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2019. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Jurnalis asing yang datang ke Indonesia bakal diawasi selama pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019.

Upaya ini sebagai bentuk pengawasan terhadap orang asing, khususnya para jurnalis yang meliput yang dapat membikin berita atau muatan provokasi.

"Kami akan lakukan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) jelang pemungutan suara pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Kita mesti antisipasi WNA yang datang, termasuk para jurnalis yang melakukan peliputan di wilayah kami," ujar Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Ramli HS, Selasa (9/4/2019) usai rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Tingkat Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2019.

Baca: Polres Bantul Siapkan 1.010 Personel, Amankan Pemilu 2019

Ramli mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan saat para jurnalis asing datang dan hanya melakukan peliputan.

Namun, apa yang perlu diwaspadai adalah muatan liputan mereka yang ditakutkan dapat memuat provokasi.

"Jika mereka hanya datang meliput, kami rasa tidak masalah. Namun, kalau liputan mereka memuat provokasi, seperti yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu, aksi demonstrasi diliput pewarta asing, yang melakukan provokasi. Oleh karena itu, jangan sampai menganggu ketenangan dan kondusivitas pemilu karena hal tersebut," tegasnya.

Ramli mengatakan, tak hanya jurnalis asing saja, pengawasan juga dilakukan kepada para imigran gelap sebagaimana ditegaskan oleh Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian.

Pihaknya mencatat ada 110 orang imigran yang ada di Jawa Tengah, mereka berasal dari beberapa negara seperti Afghanistan, Somalian dan negara lain.

Baca: Denmark Akan Isolasi para Imigran dan Kriminal di Pulau Terpencil

"Imigran di Jawa Tengah terakhir kami catat ada 110 orang, kami kumpulkan mereka di wisma Comunity Hall. Ada yang berasal dari Afghanistan, Somalia dan negara lainnya. Itu yang juga menjadi pengawasan kami," katanya.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved