Sport

Jelang PON 2020, KONI DIY Siasati Keterbatasan Anggaran

KONI DIY meminta seluruh Pengurus Daerah (Pengda) cabang olahraga anggota, untuk meminimalisasi gelaran Kejurda dan Kejurnas

Jelang PON 2020, KONI DIY Siasati Keterbatasan Anggaran
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2019, yang berlangsung pada Selasa (9/4/2019), di Kantor KONI DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menghadapi tahun anggaran 2020, dimana akan dilangsungkan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua, KONI DIY meminta seluruh Pengurus Daerah (Pengda) cabang olahraga anggota, untuk meminimalisasi gelaran Kejurda dan Kejurnas.

Ketua Umum (Ketum) KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan, pada tahun 2020 nanti, pihaknya fokus pada dua program utama, yakni Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) dan pemberangkatan kontingen menunju Papua, untuk tampil di ajang PON 2020.

"Tentu, karena fokus kita di situ, kemudian untuk berharap anggaran yang ada ini bisa ideal, rasanya akan sulit," katanya, di sela Musrenbang KONI DIY, di kantor setempat, Yogyakarta, Selasa (9/4/2019).

Baca: Gelar Musrenbang, KONI DIY Susun Skala Prioritas Songsong PON Papua 2020

Oleh sebab itu, seluruh Pengda cabor, diharapkan bisa meminimalisir berbagai promgram, yang biasa digelar pada tahun-tahun sebelumnya, seperti Kejurda, atau Kejurnas sekalipun.

Namun, diambilnya langkah ini, bukan berarti untuk memutus rantai pembinaan.

"Bukan ditiadakan ya, tapi dikurangi. Dengan asumsi 2020 tahun PON, mestinya sudah tidak ada Kejurnas. Tapi, pembinaan kan tidak hanya berhenti di PON saja, pembinaan reguler harus tetap berjalan," katanya.

"Sehingga, Kejurnas yang sifatnya junior, mungkin masih tetap ada. Tapi, kalau yang senior, karena tahun PON ya, Kejurda, apalagi Kejurnas, itu asumsinya tidak ada," tambah Djoko.

Baca: Antisipasi Polemik, KONI DIY Gelar Workshop Penyelesaian Sengketa Keolahragaan

Sebab, hal tersebut berkaitan langsung dengan faktor anggaran dimana KONI DIY telah mengajukan Rp 44 miliar kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, untuk tahun 2020 nanti.

Namun, dari jumlah tersebut, ia meyakini, kemungkinan sulit turun sepenuhnya.

"Seperti di tahun 2019 ini, kita ajukan Rp 29 miliar, tapi baru disediakan Rp 10 miliar. Biasanya, nanti akan ada update sekitar September. Mudah-mudahan, paling tidak bisa Rp 5 miliar, sehingga bisa untuk back up kebutuhan Pra-PON," cetusnya.

Guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY itu tidak memungkiri, Kejurda sejatinya merupakan salah satu program wajib yang harus diselenggarakan oleh setiap Pengda cabor.

Baca: KONI DIY Minta Pengda Optimis Atletnya Tembus Tiga Terbaik di Pra-PON

Bukan tanpa sebab, agenda tersebut, menjadi sebuah indikator eksistensi.

"Hidup matinya Pengda ini bisa dilihat dari indikator penyelenggaraan Kejurda itu. Jadi, tahun 2019 tetap ada (Kejurda), meski ada Porda DIY. Tapi, ada kan beberapa cabor yang tidak di-Porda-kan, jadi itu punya kesempatan Kejurda," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved