Kota Yogyakarta

Butuh Data Tunggal Zona Nilai Tanah

Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan aplikasi untuk membuat peta bidang yang detil dan valid.

Butuh Data Tunggal Zona Nilai Tanah
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ketika menandatangani perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan STPN, Selasa (9/4/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan Penandatanganan Kesepakatanan Bersama antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) tentang Tridarma Perguruan Tinggi, di Ruang Yudhistira Balaikota, Selasa (9/4/2019).

Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Dr Ir Senthot Sudirman MS mengatakan bahwa diperlukan kerjasama antara berbagai pihak dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk bisa mengintegrasikan data tunggal.

Salah satunya berupa data tunggal Zona Nilai Tanah.

"Ini penting untuk urusan PNBP, PBN, BPHTB, dan PPh yang bila belum terupdate akan tertinggal 3-6 kali nilai pasar," bebernya.

Baca: BPN DIY Akan Digitalisasi Dokumen Pertanahan

Sementara itu, ketika harus mencari informasi mengenai ZNT, terdapat keragaman mengenai informasi nilai tanah.

Informasi dari peta ZNT BPN, Verifikasi Dispenda, dan Verifikasi KPP berbeda.

"Karenanya perlu dibangun pemetaan sistem ZNT tunggal multimanfaat bagi multipihak untuk kepentingan PNBP, PBN, BPHTB, dan PPh yang mudah diupdate," bebernya.

Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan aplikasi untuk membuat peta bidang yang detil dan valid.

Di Bantul, misalkan, akan terlihat peta ZNT dengan tampilan nilai bidang serta peruntukkan yang digunakan saat ini.

Baca: Kritik Soal Korupsi di Tanah Air, Teater Gandrik Pentaskan Para Pensiunan 2049

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved