Bisnis

Bekraf RI : Perusahaan Rintisan Kuliner Mesti Sesuaikan Diri

Bekraf RI menyatakan bahwa perusahaan rintisan yang bergerak dalam bidang kuliner mesti menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Bekraf RI : Perusahaan Rintisan Kuliner Mesti Sesuaikan Diri
TRIBUNJOGJA.COM / Alex Ermando
Kepala BEKRAF RI Triawan Munaf (kedua dari kanan) saat acara peresmian pabrik produksi Matchamu di Bangunjiwo, Bantul, Selasa (09/04/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI menyatakan bahwa perusahaan rintisan yang bergerak dalam bidang kuliner mesti menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Kepala Bekraf RI, Triawan Munaf menyampaikan, saat ini tidak ada lagi alasan dari perusahaan rintisan sektor kuliner untuk tidak berkembang dan maju hingga menembus pasar dunia.

Menurut Triawan, kondisi saat ini semua akses bisa dikatakan telah tersedia mulai dari dukungan pemerintah lewat program Food Startup Indonesia (FSI) dari lembaganya, permodalan, fasilitas, hingga hal lain demi mendukung perkembangan itu.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

"Jangan lagi ada perasaan takut dan mesti menyesuaikan dengan perkembangan terkini jika mau menembus pasaran nasional ataupun pasar luar," kata Triawan saat sosialisasi FSI di Yogyakarta, Selasa (9/4/2019).

FSI sendiri merupakan program yang dibentuk Bekraf untuk menghubungkan pengusaha rintisan kuliner Indonesia dengan sumber permodalan sekaligus membantu startup tergabung pada ekosistem kuliner.

Pada tahun ini, program ini ini akan menjaring pengusaha rintisan kuliner di sejumlah kota Indonesia, salah satunya Yogyakarta.

Ditambahkan Triawan, lewat program ini perusahaan rintisan yang potensial dan lolos seleksi akan berpeluang untuk mendapatkan investor yang bisa mengembangkan usahanya lebih lanjut.

Baca: Berawal dari Usaha Rumahan, Matchamu Siap Tembus Pasar Internasional

"Selain itu kita juga menyediakan pasar dengan kreatif food untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar," ujar Triawan.

Ia juga mengatakan, para pengusaha kuliner, selain memperbaiki sisi harga dan penampilan produk mereka juga mesti memperluas wawasan seputar desain grafis, nama produk, serta membangun cerita dari produk yang ditampilkan.

"Memang harus ada jiwa dan keinginan untuk membesarkan diri, mesti yakin," pungkasnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved