Sleman

Dapatkah Orang dengan Gangguan Kejiwaan Jadi Pemilih dalam Pemilu 2019 Nanti?

Dapatkah orang yang mengalami gangguan kejiwaan menjadi pemilih dalam Pemilu 2019 nanti?

Dapatkah Orang dengan Gangguan Kejiwaan Jadi Pemilih dalam Pemilu 2019 Nanti?
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 

TRIBUNJOGJA.COM - Dapatkah orang yang mengalami gangguan kejiwaan menjadi pemilih dalam Pemilu 2019 nanti?

Direktur RSJ Ghrasia dr Akhmad Akhadi menjawab itu dengan dua sudut pandang, yakni dari aspek peraturan perundangan dalam pemilu itu sendiri dan dari kacamata ilmu psikiatris.

Akhmad Akhadi mengatakan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) hanya menyebutkan syarat pemilih adalah 17 tahun atau lebih dan sudah pernah menikah.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

"Jadi seturut dengan peraturan tersebut siapapun boleh memilih, terlepas dia sehat mental atau tidak," ujarnya, Senin (8/4/2019).

Namun dari ilmu psikiatris, dan juga uu no 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa disebutkan bahwa kapasitas kesehatan mental seseorang adalah ketika orang itu memiliki daya nalar, analisisnya tidak terganggu.

Akhmad menuturkan, ketika seseorang terganggu daya analisisnya maka kapasitas mentalnya berkurang.

"Nah orang dengan kapasitas berkurang ini juga bisa memilih, namun tidak dapat mempertanggungjawabkan pilihannya," paparnya.

Artinya, ketika orang yang kapasitas mentalnya menurun tetap bisa memilih ketika dia dilatih atau diberikan informasi terus menerus tentang suatu hal,

"Misal ia diberi informasi bahwa tanggal 17 ada pemilu, informasi itu diberikan terus menerus, maka dia akan tahu bahwa tanggal 17 ada pemilu. Tapi ketika ditanya apa pemilu itu? ya dia tidak bisa menjawab. Dan ketika kemudian informasi tentang pemilu itu diberikan secara terus menerus, maka kapasitasnya juga akan bertambah," urainya.

Baca: Gelar Istighosah, Ulama NU DIY Serukan Pemilu Damai dan Perangi Hoax

Namun demikian kerawanan terjadi ketika orang yang memberikan informasi tentang calon-calon yang akan dipilih tersebut tendensius ke satu pihak.

Halaman
1234
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved