Gunungkidul

269 Balita Terlantar di Gunungkidul

Diantara balita terlantar itu sekarang dititipkan di panti asuhan karena memang sudah tidak memiliki keluarga.

269 Balita Terlantar di Gunungkidul
dispatch.co.kr
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 269 balita di Gunungkidul terlantar.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut terjadi.

Satu diantaranya adalah faktor ekonomi.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Seksi Kelembagaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul Gustarto, Senin (8/4/2019).

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

"Jumlah balita terlantar sudah menurun dibanding tahun lalu. Hal tersebut mengacu pada data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan jumlah 269 sudah tertangani," ujarnya pada Tribunjogja.com.

Ia menjelaskan untuk penanganannya adalah memberikan rekomendasi kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan rekomendasi tersebut maka mendapatkan bantuan dari Kementrian Sosial RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan bantuan tersebut telah disalurkan.

“Tahun lalu telah mendapatkan bantuan untuk 14 lembaga kesejahteraan sosial anak dan anak balita terlantar. Semua telah tertangani, Sedangkan untuk tahun ini ada program Tabungan Sosial Anak (TSA) dari Kemensos. Masing-masing anak mendapatkan kucuran dana per tahun sebesar Rp 1 juta," katanya.

Menurutnya diantara balita terlantar itu sekarang dititipkan di panti asuhan karena memang sudah tidak memiliki keluarga.

Baca: Relawan Prasa Jalan Kaki dari Gunungkidul ke Kampanye Akbar Prabowo di Stadion Kridosono

"Kasus balita terlantar pemicunya beragam satu diantaranya persoalan ekonomi dan akibatnya membat gizi buruk," imbuhnya.

Sementara itu, anggota DPRD Gunungkidul Heri Nugroho meminta kepada pemkab agar lebih giat lagi dalam mendata balita yang berpotensi terlantar.

Dibutuhkan peran aktif dari petugas pendataan pada tingkatan kelurahan.

“Dari data tersebut nantinya bisa langsung dilakukan penanganan dari sisi anggaran juga harus digenjot. Kalau belum ada anggaran, nanti bisa diusulkan melalui APBD Perubahan," ucapnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved