ADVERTORIAL

Mbah Bardi Dorong Wasit Jaga Sportivitas dan Kondusivitas pertandingan

Sesepuh sepak bola Yogyakarta, Subardi mendorong wasit untuk bersikap sportif dan menjujung tinggi fair play.

Mbah Bardi Dorong Wasit Jaga Sportivitas dan Kondusivitas pertandingan
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Sesepuh sepak bola DIY, Subardi (tengah) memberi wejangan kepada wasit DIY usai latihan beramaa di Monumen PSSI DIY, Minggu (7/4/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sesepuh sepak bola Yogyakarta, Subardi mendorong wasit untuk bersikap sportif dan menjujung tinggi fair play.

Menurut penasihat Asprov PSSI DIY itu, sebagai pengandil dalam pertandingan perlu sikap tersebut untuk menjaga kondusifitas pertandingan.

Selain mendorong untuk bersikap sportif, sosok yang akrab disapa Mbah Bardi tersebut juga ingin agar kualitas fisik dan pengetahuan wasit juga perlu terus diasah, oleh sebab itu diperlukan penyegaran.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

"Hari ini ada penyegaran wasit, penyegaran itu adalah bagaimana wasit mempersiapkan diri baik fisik maupun pengetahuan. Pengetahuan wasit akan pertandingan itu juga perlu, sehingga persepsi wasit itu sama. Dari penyegaran ini, misal tidak tahu ada peraturan baru jadi tahu," katanya sesuai latihan bersama Komite Wasit di Monumen PSSI DIY, Minggu (7/4/2019).

"Dari penyegaran ini wasit sebagai pengadil didorong untuk sportif, dan fair play. Hal ini untuk menjaga kondusifitas pertandingan," sambungnya.

Ia tak memungkiri bahwa kondisi PSSI tengah dalam keadaan yang tidak baik.

Sederet petinggi untuk organisasi terjerat kasus pengaturan skor di kompetisi sepak bola nasional.

Ia pun merasa prihatin atas hal itu.

Menurut dia, sepak bola memiliki filosofi persahabatan, kedisiplinan, dan juga sportivitas.

Baca: Mbah Bardi : Lewat Sepak Bola Bangun Karakter Bangsa

Sepak bola juga sebagai hiburan dan bahkan pemersatu bangsa.

Ia menilai sepak bola juga merupakan alat untuk membangun karakter bangsa.

"Sepak bola punya filosofi persahabatan, tidak boleh ada diskriminasi. Semua bersatu bagaimana membanggakan daerahnya. Justru melalui sepak bola kita belajar cinta dan bangga akan tanah air," jelas dia.

Ia berharap melalui penyegaran wasit, wasit-wasit yang nantinya akan bertugas pada kompetisi sepak bola 2019, baik liga 1,2,dan 3 bisa menjaga sportivitas.

Ia pun ingin agar ke depan sepak bola bisa menyuguhkan pertandingan yang menarik, dan menghibur masyarakat. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved