Sleman

Jelang Pemilu, Angka Kehadiran Anggota DPRD Sleman Menurun

Ada dugaan anggota dewan saat ini disibukkan dengan kampanye pada Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Jelang Pemilu, Angka Kehadiran Anggota DPRD Sleman Menurun
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Menjelang Pemilu 2019, tingkat kehadiran para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman menurun.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sleman, Prasetyo Budi Utomo menduga penurunan kehadiran itu terjadi karena mayoritas anggota DPRD Sleman kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019.

Prasetyo pada Minggu (7/4/2019) mengatakan, ada dugaan anggota dewan saat ini disibukkan dengan kampanye pada Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

Dua orang yang ia catat tidak maju kembali dalam Pemilu 2019 dikarenakan faktor usia.

Karena kesibukan itu, maka kehadiran anggota dewan baik dalam rapat paripurna, komisi maupun Panitia Khusus (Pansus) jadi menurun.

"Saat ini untuk mencapai kuorum sangat berat. Tingkat kehadiran anggota dewan hanya sekitar 60 persen. Padahal tahun lalu tingkat kehadiran dewan bisa mencapai 90 persen. Baik itu saat rapat paripurna, komisi maupun pansus," ujarnya pada Tribunjogja.com.

Padahal dalam rapat paripurna, syarat untuk mencapai kuorum adalah 2/3 jumlah anggota dewan.

Baca: Sejumlah Sekolah di Sleman Jadi Langganan Banjir saat Hujan Deras Melanda

Dan jika tidak mencapai kuorum maka rapat harus ditunda.

Hal ini amat disayangkan, apalagi jika rapat tersebut untuk mengambil keputusan penting untuk menetapkan suatu kebijakan yang artinya kehadiran dewan sangat vital.

Prasetyo meminta agar para anggota dewan tetap komitmen dalam menjalankan amanat kendati masa jabatan untuk para anggota dewan periode 2014-2019 akan segera habis, tepatnya pada pertengahan tahun ini.

Baca: Sambut HUT ke-103 Kabupaten Sleman, RSUD Murangan Gelar Operasi Katarak Gratis

Dia juga meminta agar jangan hanya memikirkan kampanye, namun juga fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Ia menekankan, jika anggota dewan malas, maka akan ada sanksi yang akan diterima.

Sanksi tersebut mulai dari teguran dari fraksi, peringatan dari BK.

"Jika enam kali berturut-turut tidak hadir maka akan dijatuhi hukuman berat yaitu pemecatan," bebernya. (*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved