Bisnis

Masa Pemilu 2019, Pasar Properti Disinyalir Stagnan

Ketua Real Estate Indonesia (REI) DIY, Rama Adyaksa Pradipta mengatakan, secara umum Pemilu 2019 sebenarnya tidak membuat efek yang terlalu signifikan

Masa Pemilu 2019, Pasar Properti Disinyalir Stagnan
tribunjogja/agungismiyanto
Ilustrasi: Perumahan tumbuh subur di kawasan Guwosari, Pajangan, Bantul. Hal ini sebagai dampak rencana pembangunan kampus II UIN Sunan Kalijaga, banyak warga yang mulai membeli properti di wilayah ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki agenda lima tahunan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, pasar properti di wilayah DI Yogyakarta disinyalir cenderung stagnan.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) DIY, Rama Adyaksa Pradipta mengatakan, secara umum Pemilu 2019 sebenarnya tidak membuat efek yang terlalu signifikan terhadap pasar properti.

Dengan kebutuhan hunian yang terus meningkat, Rama mengatakan, konsumen dari segmen end user (pengguna akhir) akan tetap ada permintaan meskipun dalam kondisi tahun politik.

Baca: 340 Pemilik Properti Gabung OYO Hotels

Meski begitu, dilanjutkannya, kecenderungan pertumbuhan diperkirakan agak melambat pada semester pertama 2019 ini, akibat strategi dari konsumen pada segmen investasi.

"Memang pada segmen properti sebagai instrumen investasi agak terpengaruh, mereka biasanya masih wait and see atas agenda pilpres ini," kata Rama saat dihubungi, Jumat (5/4/2019).

Pada kondisi demikian, konsumen akan cenderung menunggu waktu yang tepat untuk berinvestasi, sehingga sedikit banyak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan.

"Kecenderungannya bukan untuk kebutuhan primer, mereka masih bisa menunda. Artinya butuh kepastian timbal hasil, disamping tetap mempertimbangkan situasi makro ekonomi," urainya.

Baca: Rumah.com Proyeksikan Pasar Properti 2019 Kian Cerah

Meskipun kondisi perekonomian DIY mengalami pertumbuhan yang cukup baik pada triwulan IV 2018 lalu, Rama mengatakan, hal itu tidak menjadi jaminan bagi investor.

"Pertumbuhannya kan cuman di sektor konstruksi dan infrastruktur yang bagus. Tapi sektor real estat cenderung stagnan, makanya mereka tidak tergesa-gesa" imbuhnya.

Kondisi demikian diamini oleh Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) DIY.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved