Gunungkidul

Terkait Permenhub no 12, Kepala Dishub Gunungkidul: Tak Hanya Merokok Saja yang Dilarang

Menggunakan GPS, dan bermain gawai juga tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu konsentrasi saat mengendarai kendaraan roda dua maupun roda 4.

Terkait Permenhub no 12, Kepala Dishub Gunungkidul: Tak Hanya Merokok Saja yang Dilarang
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Terkait adanya Peraturan Menteri Perhubungan no 12 yang didalamnya ada larangan merokok saat mengendarai kendaraan bermotor, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul Syarif Armunanto, menjabarkan sebenarnya tidak hanya merokok saja yang tidak diperbolehkan saat mengemudi.

Menggunakan GPS, dan bermain gawai juga tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu konsentrasi saat mengendarai kendaraan roda dua maupun roda 4.

"Pada peraturan tersebut pasal 6 berbunyi pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas yang dapat menggangu konsentrasi ketika sedang mengendarai kendaraan bermotor, jadi tidak hanya merokok saja yang dilarang," katanya, Kamis (4/4/2019).

Baca: Awas! Waspadai 6 Penyebab Risiko Utama Kanker Otak, Mulai dari Karena Radiasi hingga Merokok

Dirinya menambahkan aktivitas lainnya seperti menggunakan GPS saat mengendarai kendaraan bermotor sebenarnya juga tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu konsentrasi.

"Boleh menggunakan GPS tetapi kami menghimbau untuk berhenti dan menepi terlebih dahulu untuk menggunakannya, bahkan sebenarnya mendengarkan musik dengan layar LCD menyala pun sebenarnya tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu konsentrasi saat mengendarai kendaraan," sambungnya.

Terkait dengan sanksi jika ada masyarakat yang melanggar ia menuturkan hal tersebut merupakan wewenang pihak kepolisian pihaknya berwenang menindak angkutan umum, serta angkutan barang.

"Kami selalu koordinasi dengan pihak kepolisian dan menggelar operasi gabungan Dishub hanya menindak angkutan umum, angkutan barang. Kami mensosialisasikan dengan memasang bebearpa baliho dan juga menyasar kesekolah-sekolah," ucapnya.

Baca: Ternyata Sudah 652 Orang Ditilang dan Didenda Rp 750 Ribu Gara-gara Merokok Saat Naik Motor

Sementara istu Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengatakan Terkait dengan larangan berkendara sambil merokok sejalan dengan aturan dalam Pasal 106 Ayat 1, dimana disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

"Sementara ancaman hukuman lebih lanjut diatur dalam Pasal 283 yang menyebutkan bahwa, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan, dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000," terangnya.

Adanya aturan tersebut pihaknya melaksanakan sosialisasi dan memberikan imbauan maupun teguran kepada masyarakat, hal tersebut dikarenakan bahwa akan ada potensi terjadinya laka lantas jika seseorang tidak konsentrasi ataupun melakukan kegiatan/aktivitas lain.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas-aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi dalam berkendara kareana dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved