Sport

Sebanyak 35 Pemain Berebut Tempat di Skuat Tim Sepakbola Popnas DIY

Antok menegaskan, tidak ada kompromi dalam pemilihan nama, selama dia memiliki kualitas yang layak.

Sebanyak 35 Pemain Berebut Tempat di Skuat Tim Sepakbola Popnas DIY
nevadapreps.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim sepakbola Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) DIY resmi memanggil 35 pemain yang masuk dalam penjaringan, untuk tampil dalam gelaran Popnas 2019, yang berlangsung di Papua, pada bulan Oktober mendatang.

Pelatih tim sepakbola Popnas DIY, Ananto Nurhani menjelaskan, dari 35 pemain ini, akan dikerucutkan melalui seleksi bertahap, yang digulirkan selama tiga bulan, hingga Juli.

Lanjutnya, deretan pemain akan dimatangkan pada program tahap pertama. 

Baca: Tim Sepakbola Popnas DIY Jaring 35 Pemain Seleksi Tahap Pertama

"Dari sana, kami seleksi lagi menjadi 24 pemain, dan akan mengikuti program ke dua pada bulan Agustus," jelas pria yang akrab disapa Antok tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ, ia mengungkapkan, 24 pemain yang telah terseleksi tersebut, nantinya masih akan diseleksi kembali.

Selanjutnya, sebanyak 18 nama yang lolos seleksi tahap akhir itulah, yang diproyeksi mengisi skuat tim sepakbola DIY untuk Popnas.

"Di program tahap ke tiga ini akan ada pengerucutan pemain, hingga sebelum berangkat ke Papua. Awal Oktober, harapannya seleksi sudah benar-benar selesai," tandas Antok

Secar garis besar, tambahnya, 35 pemain yang masuk dalam proses trial ini, merupakan hasil penjaringan tim pelatih, melalui Pekan Olahraga Daerah (Popda) DIY 2019 beberapa waktu lalu.

Walau begitu, tidak seluruhnya merupakan muka-muka baru.

Baca: Berprestasi di Ajang Popnas 2017, Tak Kendurkan Mimpi Atlet Voli Ini untuk Jadi Guru

"Masih ada sisa delapan pemain yang masih kami gunakan, untuk ikut bagian seleksi tim Popnas tahun ini. Mereka, sepeninggalan Popwil (Pekan Olahraga Wilayah) DIY tahun lalu," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pemain-pemain yang masuk ke dalam penjaringan ini, terbilang merata, atau berasal dari seluruh kabupaten dan kota di DIY.

Antok menegaskan, tidak ada kompromi dalam pemilihan nama, selama dia memiliki kualitas yang layak.

"Jadi, walaaupun di Popda DIY 2019 lalu yang juara itu Sleman, bukan berarti pemain dari sana mendominasi. Secara umum, kualitas pemain setiap daerah sangat merata ya," ungkapnya.

Saat disinggung megenai target, pria asal Lampung ini berharap bisa memberikan prestasi terbaik, sekaligus meningkatkan capaian dari gelaran sebelumnya, di mana DIY kala itu hanya mampu mencapai babak perempat final, atau delapan besar nasional.

"Kalau Popnas sebelumnya hanya delapan besar, sekarang harapanya bisa emas," pungkas juru taktik yang musim lalu menjabat sebagai asisten pelatih PSIM Yogyakarta itu. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved