Advertorial

Masih Banyak Masyarakat Pedesaan Anggap Penyakit Tidak Menular Itu Tidak Mematikan

Ia berharap dengan masyarakat menerapkan pola hidup sehat penyakit-penyakit tidak menular tersebut dapat ditekan jumlahnya.

Masih Banyak Masyarakat Pedesaan Anggap Penyakit Tidak Menular Itu Tidak Mematikan
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto P
Sutrisno agung wibowo saat menjelaskan Gerakan Masayrakat Sehat (Germas) untuk mengurangi angka penyebaran penyakit tidak menular, di balai desa Patuk, Kecamatan Patuk, Kamis (4/4/2019). 

Laporan Reporter Tribunjogja WIsang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Banyak masyarakat di pedesaan masih menganggap penyakit tidak menular sebagai penyakit yang tidak mematikan sehingga banyak masyarakat yang tidak memperhatikan kesehatan.

Kepala Seksi pencegahan penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DIY Trisno Agung Wibowo mengatakan penyakit tidak menular sendiri menjadi penyakit yang tertinggi dialamai oleh masyarakat DIY sebagai contoh hipertensi, Diabetes, dan kanker.

Baca: Wujudkan Germas untuk Pembangunan Masyarakat Desa

"Banyak masyarakat yang masih menganggap penyakit tidak menular tidak mematikan. Padahal penyakit-penyakit tersebut kan mematikannya dalam jangka wktu lama dan memakan banyak biaya kalau sudah sakit maka produktifitas masyarakat juga menurun hasilnya mereka akan tergantung dengan orang lain," ucapnya saat ditemui Tribunjogja, di kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) di balai desa Patuk, Kecamatan Patuk, Kamis (4/4/2019).

Sutrisno menyampaikan saat ini terjadi transisi epidemic atau adanya transisi dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, hal tersebut dikarenakan semakin naiknya usia masyarakat maka semakin rentan terkena penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Baca: Sosialisasi Germas di Sendangmulyo, Kepala Dinkes DIY Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan

"Penyakit tidak menular tersebut tidak bisa disembuhkan tetapi hanya bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, makan buah dan sayur, tidak merokok, dan juga tidak mengkonsumsi alkohol. Kalau sudah terlanjur terkena maka harus berobat secara rutin," jelasnya.

Ia berharap dengan masyarakat menerapkan pola hidup sehat penyakit-penyakit tidak menular tersebut dapat ditekan jumlahnya.

"Kan ada fase akhir pnyakit yaitu seseorang meninggal karena penyakit yang diderita untuk itu jangan sampai generasi-generasi yang belum menderita penyakit ini malah ikut terjangkit karena pola hidup tidak sehat," ujarnya.

Baca: DPRD DIY Berikan Apresiasi Program Germas oleh Dinkes DIY

Satu diantara warga Patuk yang mengkuti sosialisasi Germas, Gunawan mengatakan dirinya tidak mengetahui bahwa penyakit yang terbanyak di DIY adalah penyakit-penyakit tidak menular.

"Saya pikir penyakit-penyakit seperti hipertensi itu dapat disembuhkan ternyata jika sudah terkena harus berobat secara rutin dan memakan banyak biaya, kedepan mungkin lebih memperhatiakan kesehatan seperti olahraga rutin," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved