PSS Sleman

PSS Sleman Rekrut Eks Asisten Pelatih Indra Sjafri

Tim promosi PSS Sleman resmi merekrut Guntur Cahyo Utomo, sebagai Direktur Akademi yang bakal membawahi tim kelompok umur.

PSS Sleman Rekrut Eks Asisten Pelatih Indra Sjafri
pss-sleman.co.id
Direktur Akademi PSS Sleman, Guntur Cahyo. 

TRIBUNJOGJA.COM- Tim promosi PSS Sleman resmi merekrut mantan asisten pelatih Tim Nasional U-19, Guntur Cahyo Utomo, sebagai Direktur Akademi yang bakal membawahi tim kelompok umur (Elite Pro Academy).

Mantan pelatih mental yang sebelumnya mendampingi Indra Sjafri di skuat Garuda Muda tersebut mengatakan bahwa pembinaan sepak bola di usia dini menjadi penting bukan hanya menyiapkan cikal pesepak bola bagi klub, melainkan juga bagi Indonesia.

"PSSI mewajibkan semua klub Liga 1 mempunyai tim tiga kelompok umur di bawahnya, yakni U16, U18 dan U20. Seiring dengan itu, yang menjadi perhatian bagi PSS adalah sebagai awalan untuk mengembangkan sepakbola di usia muda," terang alumni S2 Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini pada Tribunjogja.com.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Menurut Guntur, menyiapkan sedini mungkin talenta pesepak bola andal dapat dilakukan melalui tiga hal, yaitu manajemen, latihan, serta menyiapkan kompetisi usia dini yang lebih baik.

"Diharapkan goals dari ini semua menghasilkan regenerasi pemain yang berkelanjutan dengan kualitas yang lebih baik untuk PSS senior dan cakupan lebih luas untuk Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, Guntur turut menyinggung standarisasi dari PSSI mengenai regulasi Elite Pro Academy yang mewajibkan setiap aktivitas harus didokumentasikan sebagai basis data.

"Regulasi dari PSSI untuk Elite Pro Academy ini sangat detail yang memerhatikan hingga bagaimana cara berlatih dan bermain, dan harus terlaporkan dalam bentuk dokumentasi kepada PSSI. Hal ini sebagai bentuk standarisasi pengelolaan dan pelaksanaan Elite Pro Academy ini," ungkapnya.

Baca: PSS Sleman Agendakan Uji Coba Lawan Tim Selevel

Sebab, data base pesepak bola usia muda ini menurut Guntur sangatlah penting guna mentracking pemain melalui Elite Pro Academy yang terdokumentasi.

"Selain itu, kita bisa mengakses informasi dari semua klub lain, sehingga semua saling terjalin," tuturnya.

Benar saja, Guntur memiliki harapan besar untuk membangun serta mengikuti jejak kesuksesan klub-klub besar dunia dalam mengembangkan akademi usia muda, diantaranya Barcelona, Ajax Amsterdam, dan Manchester United.

"Tentu saja kita berbicara ideal namun disesuaikan dengan konteks lokal, karena kita tidak mungkin seperti mereka dalam waktu dekat. Ada prinsip-prinsip dan benang merah yang bisa kita ambil dari mereka. Seperti filosofi dasar pembentukannya," tambahnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved