Detik-detik sebelum Presiden Soekarno Wafat, Lirih Mengucap 'Allah' Seiring Napas Terakhir.

Dalam sakit, Soekarno masih diawasi ketat dengan alat penyadap. Ini lah Detik-detik sebelum Presiden Soekarno Wafat

Detik-detik sebelum Presiden Soekarno Wafat, Lirih Mengucap 'Allah' Seiring Napas Terakhir.
Ist
Presiden pertama RI, Soekarno, saat menangis di makam Jenderal Ahmad Yani 

Dalam sakit pun Soekarno masih diawasi ketat dengan alat penyadap. Ini lah Detik-detik sebelum Presiden Soekarno Wafat, Lirih Mengucap 'Allah' Seiring Napas Terakhir. 

TRIBUNJOGJA.COM - Soekarno masih bisa mengikuti dan menirukan bisikan Megawati yang membisikkan kalimat Syahadat meski kondisi tubuhnya lemah. Sesaat kemudian, ia lirih mengucap 'Allah' seiring napas terakhirnya. 

Detik-detik sebelum Presiden Soekarno wafat itu diceritakan dalam buku "Soekarno Poenja Tjerita" terbitan 2016.

Baca: Mantan PM Najib Razak Terancam Penjara 100 Tahun

Penderitaannya selama sakit jauh dari perlakuan yang layak sebagai seorang Presiden yang semula memroklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Berikut ini kisah terakhir Presiden Soekarno yang menderita sakit namun tetap saja diawasi dan disadap, sebelum akhirnya wafat, sebagaimana tribunjogja.com kutip dari artikel tribun-bali.com. 

Baca: Warga Temukan Logam Bergambar Presiden Soekarno ketika Menggali Pondasi Rumah

Kisah detik-detik wafatnya Presiden Soekarno tertuang dalam buku "Soekarno Poenja Tjerita" yang diterbitkan tahun 2016.

Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56
Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 (Foto karya Frans Mendur)

Pengasingan

Menjadi seorang Proklamator, bukan berarti membuat Soekarno mendapatkan perlakuan istimewa di akhir jabatannya.

Soekarno justru harus mengalami pengasingan di Wisma Yaso saat kekuasaannya mulai berkurang.

Bahkan, saat sudah sakit-sakitan Soekarno juga masih harus mendapatkan pengawasan ketat.

Tidak hanya itu, menurut buku "Soekarno Poenja Tjerita" yang diterbitkan tahun 2016, pihak keluarga juga dipersulit saat akan menjenguk Soekarno.

Sejumlah alat penyadap pun dipasang di setiap sudut rumah.

Halaman
1234
Editor: ose
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved