Bisnis

Amartha Berhasil Menjaga Kredit Macet Tetap Rendah

Amartha, perusahaan fintech peer-to-peer lending terpercaya yang fokus membantu perempuan pengusaha mikro di pedesaan, secara konsisten berhasil menja

Amartha Berhasil Menjaga Kredit Macet Tetap Rendah
Istimewa
Amartha juga melakukan pendampingan kepada ratusan ribu mitranya di pedesaan yang disebut dengan tanggung renteng. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Tidak semua perusahaan fintech di Indonesia terbelit dengan masalah kredit macet atau Non Performing Loan, seperti yang diungkapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan baru-baru ini.

Amartha, perusahaan fintech peer-to-peer lending terpercaya yang fokus membantu perempuan pengusaha mikro di pedesaan, secara konsisten berhasil menjaga tingkat kredit macetnya di kisaran satu persen, jauh dibawah rata-rata industri fintech di angka 3,18%.

Pada industri fintech peer-to-peer lending, yang dikategorikan kredit bermasalah (NPL) adalah ketika peminjam tidak bisa membayar kembali pinjaman dalam waktu 90 hari setelah jatuh tempo.  

Sementara persentase pembayaran pinjaman tepat waktu (on time repayment) di Amartha sangat tinggi, mencapai 97,5% per akhir Maret 2019.

Baca: Tingkat Kredit Macet BPRS di DIY Tinggi

Performa baik ini dicapai ditengah melonjaknya jumlah perempuan mitra Amartha per akhir Maret 2019 yang sudah mencapai 212,888 orang, bertambah nyaris seratus persen dari total jumlah mitra tahun 2018.

Cepatnya pertumbuhan mitra Amartha yang tersebar di 3,500 desa, tidak membuat Amartha kehilangan kendali dalam menekan tingkat kredit macetnya.

Menurut Vice President Amartha, Aria Widyanto, Amartha tidak main-main dalam menjaga tingkat kredit macetnya agar tetap rendah.

“Kami sangat serius soal kredit macet, karena kami tidak mau memberi solusi masalah dengan membuat masalah baru. Makanya kami turunkan ribuan anggota tim di lapangan untuk mendampingi dan mengedukasi ibu-ibu mitra Amartha seminggu sekali, agar mereka bisa mengelola pinjaman dengan baik dan membantu supaya usahanya berkembang”, ujar Aria.

Amartha juga melakukan pendampingan kepada ratusan ribu mitranya di pedesaan yang disebut dengan tanggung renteng, dimana  Amartha membentuk kelompok berisi 15-20 orang berisi para mitra usaha, yang bertemu seminggu sekali untuk diberi pelatihan dan saling berbagi perkembangan usaha masing-masing.

Setiap anggota kelompok akan bergotong-royong saling mengingatkan sebelum jatuh tempo pembayaran.

Baca: Kredit Macet Fintech Mencapai Rp 3,8 Miliar

Halaman
12
Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved