Gunungkidul

Ada Dua Faktor Penyebab Tanah Longsor di Gunungkidul

Terjadinya tanah longsor di Kabupaten Gunungkiudul dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor alam dan juga faktor manusia.

Ada Dua Faktor Penyebab Tanah Longsor di Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Terjadinya tanah longsor di Kabupaten Gunungkidul dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor alam dan juga faktor manusia.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki.

"Dari hasil pemetaan kami lokasi rawan longsor kebanyakan berada di wilayah perbatasan baik utara maupun barat yang memang memiliki kondisi geografis yang cukup curam," ujarnya, Rabu (3/4/2019).

Baca: Pelanggan Mirota Kampus Kirim Bantuan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor

Dirinya menyebutkan lokasi rawan berada di Kecamatan Gedangsari, Purwosari, Ngawen, Ponjong, Nglipar.

Hal tersebut lantaran kemiringan lereng dan juga tekstur tanah yang menyebabkan daerah tersebut mudah longsor.

"Selain faktor alam perilaku manusia juga menyumbang andil terjadinya tanah longsor seperti merubah fingsi lahan yang awalnya ada pohon-pohon besar dengan tipe keras justru ditebang dan diganti dengan tanaman lainnya sehingga saat hujan turun tidak ada yang mampu menahan," jelasnya.

Selanjutnya dirinya menjelaskan selain adanya perubahan fungsi lahan banyak masyarakat yang ceroboh dalam membangun bangunan seperti dengan mengeruk tebing di dekat rumahnya sehingga rumahnya rawan terkena longsoran tanah dan juga membuat talud atau pondasi tidak sesuai dengan standarnya.

Baca: Dianggap Rawan Longsor, Kawasan Bukit Bintang Bakal Ditata

"Kami berusaha memasang EWS di setiap wilayah yang rawan longsor. Selain itu, pembentukan Desa Tanggap Bencana (Destana) juga dapat mengurangi risiko fataslitas jika terjadinya bencana alam. Saat ini EWS baru ada 30 sedangkan destana ada 63 desa," katanya.

Sebelumnya Bupati Gunungkidul, Badingah menghimbau kepada masyarakat jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi denagn waktu lama untuk pindah sementara ketempat yang lebih aman karena ditakutkan dapat terjadi longsor sewaktu-waktu.

"Pindah dahulu hingga dirasa keadaan sudah aman ha tersebut untuk berjaga-jaga kalau ada tahan longosr terutama masyarakat yang tinggal di kawasan resiko tanah longsor," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved